Senin, 23 Januari 2017

AKU DAN MIMPIKU



Setiap orang berhak mempunyai mimpi atau harapan tapi tidak semua orang mau berjuang dengan sungguh-sungguh agar harapan itu tercapai. Berharap tapi tidak ada action tentu semua harapan itu tidak akan terwujud. Di sini penulis akan bercerita tentang seseorang yang berhasil meraih citanya, tentu dengan kerja keras dan doa.
            Ian seorang remaja yang mempunyai impian tinggi, yang awalnya Ian kurang berani untuk mewujudkan impiannya, Ian sering merendahkan impiannya, mungkin Ian berpikir “orang seperti saya mana mungkin bisa meraih mimpi”. Walaupun Ian merendahkan mimpinya tapi Ian secara tidak langsung melakukan hal-hal kecil yang mengarah ke mimpi-mimpinya. Dari hal-hal kecil itu pikiran Ian mulai terbuka dan Ian sedikit demi sedikit mulai mempertimbangkan mimpinya. Ian mulai berpikir positif tentang mimpinya.
            Pembaca yang budiman, tahu gak sih apa mimpi Ian itu?... dan apakah langkah-langkah Ian untuk meraih cita-cita atau impiannya?... dari pada penasaran yukk langsung simak aja ceritanya, jangan lupa siapkan tissue bagi yang baperan.
            Ian remaja yang datang dari keluarga sederhana yang sering kekurangan makanan. Di waktu masih duduk di bangku SMA Ian mempunyai impian untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi lagi, tapi Ian kadang-kadang sering meremehkan impiannya, Ian sering curhat ke Mario teman sekelasnya, disini sosok Mario sangat di butuhkan Ian karena Mario adalah orang yang selalu berpikir positif, orang yang mempunyai pemikiran dewasa dan bijak. Tuhan sangat adil dengan hamba-hambanya salah satu buktinya adalah dengan membuat scenario yang indah untuk semua hambanya.
            “Rio, menurutmu aku mungkin gak bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi?” pertanyaan Ian ke Mario yang sering ditanyakan Ian akhir-akhir ini, maklumlah Ian dan Mario sudah duduk di bangku SMA kelas 12, jadi sudah dekat dengan kelulusan, wajarlah Ian sering bertanya kaya gitu ke Mario. “sangat mungkin Ian sahabatku, selama kamu masih memegang mimpimu dan kamu memperjuangkannya semuanya mungkin terjadi”. Jawab Mario dengan ekspresi muka serius dan pembawaanya yang kalem namun dewasa. Di malam hari menjelang tidur Ian selalu teringat kata-kata Mario, sepulang sekolah Ian tanpa sepengetahuan orang tuanya Ian bekerja serabutan, Mungkin yang dipikirkan Ian “ini langkah-langkah kecil saya, selama mimpi itu masih ada saya pasti bisa meraihnya, walaupun perjuangannya cukup panjang”. Makin hari Ian makin giat mengumpulkan kepingan-kepingan rupiah demi bisa kuliah, di samping itu Ian juga makin semangat belajarnya, malam hari Ian selalu belajar, di sekolah Ian belajar dengan sangat semangat Ian aktif di kelas, sering maju kedepan untuk mengerjakan soal ataupun presentasi. Mario pun semakin giat memberikan dukungan dan semangatnya kepada sahabatnya, bahkan Mario pun sering memberikan catatan kata-kata bijak penambah motivasi ke Ian, kata-kata bijak itu kutipan dari motivator ternama seperti Merry Riana, Tung Desem Waringin, Andri Wongso dll.
            Tengah malam saat semua orang terlelap tidur, Ian bangun mengambil air wudhu kemudian mendirikan sholat tahajjud maupun sholat hajat, Ian berdoa “Ya Allah, semoga hamba bisa menggapai semua impian hamba, maka berikanlah hamba jalan dan kemudahan untuk bisa menggapai impian hamba”.
            “Hy Ian, kita kan sudah kelas XII berarti sebentar lagi kita lulus nih, saya sudah punya rencana melanjutkan pendidikan ke sebuah universitas yang ada di Yogyakarta, saya berencana kuliah di universitas Janabadra Yogyakarta mengambil fakultas ekonomi prodi akuntansi, nah bagaimana dengan kamu?”. Cerita Mario di saat jam istirahat. “kamu tahu sendiri kan Mario, kalo keluarga aku tidak bisa memberikan pendidikan yang lebih tinggi ke anak-anaknya, alasannya faktor finansial, aku bisa lulus SMA saja sudah bersyukur, tapi aku masih memegang teguh mimpiku untuk bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, kamu tahu sendiri kan aku bekerja serabutan di sela-sela sekolah ”papar Ian dengan wajah sendu. “Ian, aku tahu bagaimana cara agar kamu bisa kuliah gratis” mendengar kalimat Mario, Ian langsung semangat dan matanya berbinar-binar “bagaimana caranya Mario sahabatku?” tanya Ian dengan muka penasaran. “kamu ikut SNMPTN saja Ian, siapa tahu kamu lolos seleksi, kamu kan siswa yang cerdas nilai-nilaimu bagus. Nah jika kamu lolos seleksi SNMPTN kamu nanti bisa ikut bidikmisi, jika kamu terpilih sebagai penerima bidikmisi kamu bisa kuliah mendapatkan kuliah gratis sampai lulus, bukan hanya itu aja Ian, kamu juga mendapatkan uang bulanan yang bisa kamu gunakan untuk kebutuhan harianmu” Mario menjelaskan dengan panjang lebar dan Ian pun tersenyum, dari balik senyumannya terpancar sebuah harapan, suluh Ian menyala terang, saking terangnya suluh itu akan menemani langkah-langkah Ian menapaki tangga keberhasilan mimpinya.
            Ujian nasional sudah di depan mata, Ian makin giat belajar dan mengurangi jam kerjanya. Ian dan Mario makin semangat mengejar harapannya yang sama-sama ingin melanjutkan pendidikan, bedanya Mario berasal dari keluarga berada, orang tua Mario sangat mampu untuk membiayai anak-anaknya untuk terus menempuh pendidikan setinggi mungkin, sangat berbeda dengan Ian yang datang dari keluarga sederhana yang hidupnya pas-pasan jangankan buat membiayai anak-anaknya kuliah, oranng tua Ian hanya mampu mengcukupi kebutuhan sehari-hari anaknya saja sudah bahagia. di sini Ian bermodalkan semangat dan harapan yang tinggi demi menggapai mimpi-mimpinya.
            Dua bulan kemudian ujian nasional berlangsung
            Hari ini merupakan hari yang di tunggu-tunggu oleh semua siswa kelas XII karena hari ini aka nada pengumuman kelulusan. Ian sangat antusias menyambut pagi Ian berdoa sepanjang malam agar di beri kelulusan dan nilai yang memuaskan. Papan pengumuman sekolah sudah di kerumunin siswa kelas XII rupanya lembaran kelulusan sudah terpasang. Ian dan Mario buru-buru ikut mengerumuni papan pengumuman itu, ikut berdesakan melihatnya. Ian gugup saat melihat namanya ada paling atas dengan nilai Ujian paling tinggi, Ian gemetar melihatnya. Bukan hanya Ian saja yang terharu melihat hasil ujian nasional Mario juga terharu karena nama Mario persis berada di urutan ke dua di bawahnya Ian tapi Mario bersyukur atas semuanya. Mario tahu klo dirinya gak mungkin bisa mengalahkan Ian.
            Setelah ke lulusan Ian gemar mengintip internet diam-diam mencari info beasiswa kuliah S1, bukan hanya mencari di internet  Ian juga sering bertanya ke guru-gurunya bertanya tentang beasiswa kuliah S1. Mario dengan keadaan orang tua yang memungkinkan anaknya untuk bisa lanjut ke jenjang perguruan tinggi, Mario sudah mempersiapkan segala keperluan pendaftaran masuk perguruan tinggi yang di inginkannya.
            Pukul 20.30. Ian mencari tahu info beasiswa lewat internet, Tuhan mendengarkan semua doa-doa Ian, malam itu menjadi malam yang sangat berharga bagi Ian karena pada malam itu Ian berhasil mendapatkan info beasiswa itu, beasiswa bidikmisi ia Ian ingin mendapatkan beasiswa bidikmisi agar bisa kuliah dan tidak membebani orang tuanya. Pagi sekali Ian datang ke sekolah bertemu dengan gurunya bertanya tentang beasiswa bidikmisi, Ian sangat beruntung karena gurunya sangat mendukung bahkan gurunya dengan semangat mendaftarkan Ian program bidikmisi, sebelum mendaftarkan program bidikmisi, Ian harus ikut program SNMPTN terlebih dahulu, setelah lulus seleksi SNMPTN Ian baru bisa mendaftar program bidikmisi. Pagi itu juga Ian mengisi formulir SNMPTN lewat online tentu saja di bimbing gurunya. Ian memilih nama kampus yang berada di Yogyakarta, Ian memilih kampus ternama Universitas Gadjah Mada memilih dua fakultas, dan untuk kampus cadangannya Ian juga memilih kampus yang ada di Yogyakarta lagi. Ian berpikir mengapa memilih kampus yang ada di Yogyakarta alasannya mudah sekali agar Ian bisa bersama dengan Mario lagi walaupun kuliah di kampus berbeda tapi setidaknya satu daerah.
            Ian cemas memikirkan pengumuman SNMPTN, Ian pun menumpahkan semua kecemasannya pada Mario. “Mar, saya cemas sekali menunggu pengumuman SNMPTN, saya cemas takut gak lolos seleksi”, “Kamu tidak usah cemas sahabatku, tenang saja berdoalah agar Tuhan memberikan ke lolosa kepadamu, percayalah juga kamu pasti lolos seleksi SNMPTN”.
            Malam yang indah bertabur bintang-bintang Ian mengobrol dengan orang tuanya. “Pa, bu, doain Ian ya agar Ian bisa lulus seleksi SNMPTN dan bidikmisi, agar Ian bisa meraih mimpi Ian, bisa kuliah tanpa membebani bapak dan ibu”, “ia nak, tanpa kamu meminta juga bapak dan ibu selalu mendoakanmu, selalu mendukung apa pun impianmu nak” jawab ibu Ian.
            Pengumuman SNMPTN tiba saatnya, Ian dengan semangat melihatnya dengan online, sudut mata Ian mengeluarkan bola Kristal bening yang kemudian jatuh membasahi pipinya, Ian menangis Ian lulus seleksi SNMPTN di universitas Gadjah Mada, Ian tidak menyangka mimpinya akan tercapai, maka kabar gembira ini Ian sampaikan ke orang tuanya dan ke Mario sahabatnya. Mario sangat senang sahabat baiknya bisa lulus seleksi SNMPTN Mario senang bisa kuliah di satu daerah dengan Ian.
            Setelah pengumuman SNMPTN satu pengumuman lagi yang Ian tunggu yaitu Pengumuman bidikmisi, Tuhan telah mengabulkan semua doa-doa Ian, Ian pun lulus seleksi bidikmisi.
            Kini Ian resmi menjadi mahasiswa pemegang bidikmisi di universitas ternama universitas Gadjah Mada, dan Mario pun keterima di universitas Janabadra, Ian dan Mario kuliah di daerah yang sama, Ian dan Mario memulai menapakkan jejak-jejak kesuksesan.
            Apa pun Impian dan cita-cita anda, anda harus yakin bisa mencapainya, karena hanya diri anda yang bisa membuat semua impian anda tercapai, jangan hiraukan orang lain yang meremehkan impian anda. Yakinlah semesta mendukung semua impian anda.