Setiap orang
berhak mempunyai mimpi atau harapan tapi tidak semua orang mau berjuang dengan
sungguh-sungguh agar harapan itu tercapai. Berharap tapi tidak ada action tentu
semua harapan itu tidak akan terwujud. Di sini penulis akan bercerita tentang
seseorang yang berhasil meraih citanya, tentu dengan kerja keras dan doa.
Ian seorang remaja yang mempunyai
impian tinggi, yang awalnya Ian kurang berani untuk mewujudkan impiannya, Ian
sering merendahkan impiannya, mungkin Ian berpikir “orang seperti saya mana
mungkin bisa meraih mimpi”. Walaupun Ian merendahkan mimpinya tapi Ian secara
tidak langsung melakukan hal-hal kecil yang mengarah ke mimpi-mimpinya. Dari
hal-hal kecil itu pikiran Ian mulai terbuka dan Ian sedikit demi sedikit mulai
mempertimbangkan mimpinya. Ian mulai berpikir positif tentang mimpinya.
Pembaca yang budiman, tahu gak sih
apa mimpi Ian itu?... dan apakah langkah-langkah Ian untuk meraih cita-cita
atau impiannya?... dari pada penasaran yukk langsung simak aja ceritanya,
jangan lupa siapkan tissue bagi yang baperan.
Ian remaja yang datang dari keluarga
sederhana yang sering kekurangan makanan. Di waktu masih duduk di bangku SMA
Ian mempunyai impian untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih
tinggi lagi, tapi Ian kadang-kadang sering meremehkan impiannya, Ian sering
curhat ke Mario teman sekelasnya, disini sosok Mario sangat di butuhkan Ian
karena Mario adalah orang yang selalu berpikir positif, orang yang mempunyai
pemikiran dewasa dan bijak. Tuhan sangat adil dengan hamba-hambanya salah satu
buktinya adalah dengan membuat scenario yang indah untuk semua hambanya.
“Rio, menurutmu aku mungkin gak bisa
melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi?” pertanyaan Ian ke Mario
yang sering ditanyakan Ian akhir-akhir ini, maklumlah Ian dan Mario sudah duduk
di bangku SMA kelas 12, jadi sudah dekat dengan kelulusan, wajarlah Ian sering
bertanya kaya gitu ke Mario. “sangat mungkin Ian sahabatku, selama kamu masih
memegang mimpimu dan kamu memperjuangkannya semuanya mungkin terjadi”. Jawab
Mario dengan ekspresi muka serius dan pembawaanya yang kalem namun dewasa. Di
malam hari menjelang tidur Ian selalu teringat kata-kata Mario, sepulang
sekolah Ian tanpa sepengetahuan orang tuanya Ian bekerja serabutan, Mungkin
yang dipikirkan Ian “ini langkah-langkah kecil saya, selama mimpi itu masih ada
saya pasti bisa meraihnya, walaupun perjuangannya cukup panjang”. Makin hari
Ian makin giat mengumpulkan kepingan-kepingan rupiah demi bisa kuliah, di
samping itu Ian juga makin semangat belajarnya, malam hari Ian selalu belajar,
di sekolah Ian belajar dengan sangat semangat Ian aktif di kelas, sering maju
kedepan untuk mengerjakan soal ataupun presentasi. Mario pun semakin giat
memberikan dukungan dan semangatnya kepada sahabatnya, bahkan Mario pun sering
memberikan catatan kata-kata bijak penambah motivasi ke Ian, kata-kata bijak
itu kutipan dari motivator ternama seperti Merry Riana, Tung Desem Waringin,
Andri Wongso dll.
Tengah malam saat semua orang
terlelap tidur, Ian bangun mengambil air wudhu kemudian mendirikan sholat
tahajjud maupun sholat hajat, Ian berdoa “Ya Allah, semoga hamba bisa menggapai
semua impian hamba, maka berikanlah hamba jalan dan kemudahan untuk bisa
menggapai impian hamba”.
“Hy Ian, kita kan sudah kelas XII
berarti sebentar lagi kita lulus nih, saya sudah punya rencana melanjutkan
pendidikan ke sebuah universitas yang ada di Yogyakarta, saya berencana kuliah
di universitas Janabadra Yogyakarta mengambil fakultas ekonomi prodi akuntansi,
nah bagaimana dengan kamu?”. Cerita Mario di saat jam istirahat. “kamu tahu
sendiri kan Mario, kalo keluarga aku tidak bisa memberikan pendidikan yang
lebih tinggi ke anak-anaknya, alasannya faktor finansial, aku bisa lulus SMA
saja sudah bersyukur, tapi aku masih memegang teguh mimpiku untuk bisa
melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi lagi, kamu tahu sendiri kan
aku bekerja serabutan di sela-sela sekolah ”papar Ian dengan wajah sendu. “Ian,
aku tahu bagaimana cara agar kamu bisa kuliah gratis” mendengar kalimat Mario,
Ian langsung semangat dan matanya berbinar-binar “bagaimana caranya Mario
sahabatku?” tanya Ian dengan muka penasaran. “kamu ikut SNMPTN saja Ian, siapa
tahu kamu lolos seleksi, kamu kan siswa yang cerdas nilai-nilaimu bagus. Nah
jika kamu lolos seleksi SNMPTN kamu nanti bisa ikut bidikmisi, jika kamu
terpilih sebagai penerima bidikmisi kamu bisa kuliah mendapatkan kuliah gratis
sampai lulus, bukan hanya itu aja Ian, kamu juga mendapatkan uang bulanan yang
bisa kamu gunakan untuk kebutuhan harianmu” Mario menjelaskan dengan panjang
lebar dan Ian pun tersenyum, dari balik senyumannya terpancar sebuah harapan,
suluh Ian menyala terang, saking terangnya suluh itu akan menemani
langkah-langkah Ian menapaki tangga keberhasilan mimpinya.
Ujian nasional sudah di depan mata,
Ian makin giat belajar dan mengurangi jam kerjanya. Ian dan Mario makin
semangat mengejar harapannya yang sama-sama ingin melanjutkan pendidikan,
bedanya Mario berasal dari keluarga berada, orang tua Mario sangat mampu untuk
membiayai anak-anaknya untuk terus menempuh pendidikan setinggi mungkin, sangat
berbeda dengan Ian yang datang dari keluarga sederhana yang hidupnya pas-pasan
jangankan buat membiayai anak-anaknya kuliah, oranng tua Ian hanya mampu
mengcukupi kebutuhan sehari-hari anaknya saja sudah bahagia. di sini Ian
bermodalkan semangat dan harapan yang tinggi demi menggapai mimpi-mimpinya.
Dua bulan kemudian ujian nasional
berlangsung
Hari ini merupakan hari yang di
tunggu-tunggu oleh semua siswa kelas XII karena hari ini aka nada pengumuman
kelulusan. Ian sangat antusias menyambut pagi Ian berdoa sepanjang malam agar
di beri kelulusan dan nilai yang memuaskan. Papan pengumuman sekolah sudah di
kerumunin siswa kelas XII rupanya lembaran kelulusan sudah terpasang. Ian dan
Mario buru-buru ikut mengerumuni papan pengumuman itu, ikut berdesakan
melihatnya. Ian gugup saat melihat namanya ada paling atas dengan nilai Ujian
paling tinggi, Ian gemetar melihatnya. Bukan hanya Ian saja yang terharu
melihat hasil ujian nasional Mario juga terharu karena nama Mario persis berada
di urutan ke dua di bawahnya Ian tapi Mario bersyukur atas semuanya. Mario tahu
klo dirinya gak mungkin bisa mengalahkan Ian.
Setelah ke lulusan Ian gemar
mengintip internet diam-diam mencari info beasiswa kuliah S1, bukan hanya
mencari di internet Ian juga sering
bertanya ke guru-gurunya bertanya tentang beasiswa kuliah S1. Mario dengan
keadaan orang tua yang memungkinkan anaknya untuk bisa lanjut ke jenjang
perguruan tinggi, Mario sudah mempersiapkan segala keperluan pendaftaran masuk
perguruan tinggi yang di inginkannya.
Pukul 20.30. Ian mencari tahu info
beasiswa lewat internet, Tuhan mendengarkan semua doa-doa Ian, malam itu
menjadi malam yang sangat berharga bagi Ian karena pada malam itu Ian berhasil mendapatkan
info beasiswa itu, beasiswa bidikmisi ia Ian ingin mendapatkan beasiswa
bidikmisi agar bisa kuliah dan tidak membebani orang tuanya. Pagi sekali Ian
datang ke sekolah bertemu dengan gurunya bertanya tentang beasiswa bidikmisi,
Ian sangat beruntung karena gurunya sangat mendukung bahkan gurunya dengan
semangat mendaftarkan Ian program bidikmisi, sebelum mendaftarkan program
bidikmisi, Ian harus ikut program SNMPTN terlebih dahulu, setelah lulus seleksi
SNMPTN Ian baru bisa mendaftar program bidikmisi. Pagi itu juga Ian mengisi
formulir SNMPTN lewat online tentu saja di bimbing gurunya. Ian memilih nama
kampus yang berada di Yogyakarta, Ian memilih kampus ternama Universitas Gadjah
Mada memilih dua fakultas, dan untuk kampus cadangannya Ian juga memilih kampus
yang ada di Yogyakarta lagi. Ian berpikir mengapa memilih kampus yang ada di
Yogyakarta alasannya mudah sekali agar Ian bisa bersama dengan Mario lagi
walaupun kuliah di kampus berbeda tapi setidaknya satu daerah.
Ian cemas memikirkan pengumuman
SNMPTN, Ian pun menumpahkan semua kecemasannya pada Mario. “Mar, saya cemas
sekali menunggu pengumuman SNMPTN, saya cemas takut gak lolos seleksi”, “Kamu
tidak usah cemas sahabatku, tenang saja berdoalah agar Tuhan memberikan ke
lolosa kepadamu, percayalah juga kamu pasti lolos seleksi SNMPTN”.
Malam yang indah bertabur
bintang-bintang Ian mengobrol dengan orang tuanya. “Pa, bu, doain Ian ya agar
Ian bisa lulus seleksi SNMPTN dan bidikmisi, agar Ian bisa meraih mimpi Ian,
bisa kuliah tanpa membebani bapak dan ibu”, “ia nak, tanpa kamu meminta juga
bapak dan ibu selalu mendoakanmu, selalu mendukung apa pun impianmu nak” jawab
ibu Ian.
Pengumuman SNMPTN tiba saatnya, Ian
dengan semangat melihatnya dengan online, sudut mata Ian mengeluarkan bola
Kristal bening yang kemudian jatuh membasahi pipinya, Ian menangis Ian lulus
seleksi SNMPTN di universitas Gadjah Mada, Ian tidak menyangka mimpinya akan
tercapai, maka kabar gembira ini Ian sampaikan ke orang tuanya dan ke Mario
sahabatnya. Mario sangat senang sahabat baiknya bisa lulus seleksi SNMPTN Mario
senang bisa kuliah di satu daerah dengan Ian.
Setelah pengumuman SNMPTN satu
pengumuman lagi yang Ian tunggu yaitu Pengumuman bidikmisi, Tuhan telah
mengabulkan semua doa-doa Ian, Ian pun lulus seleksi bidikmisi.
Kini Ian resmi menjadi mahasiswa
pemegang bidikmisi di universitas ternama universitas Gadjah Mada, dan Mario
pun keterima di universitas Janabadra, Ian dan Mario kuliah di daerah yang
sama, Ian dan Mario memulai menapakkan jejak-jejak kesuksesan.
Apa pun Impian dan cita-cita anda,
anda harus yakin bisa mencapainya, karena hanya diri anda yang bisa membuat
semua impian anda tercapai, jangan hiraukan orang lain yang meremehkan impian
anda. Yakinlah semesta mendukung semua impian anda.