Jumat, 23 Desember 2016

BUNDA



Dalam heningnya malam, memori otakku melayang mengingat sosok perempuan paruh baya yang berhati emas berprilaku bagaikan malaikat, sosok perempuan yang ingin aku bahagiakan di sisa hidupnya. Bunda banyak kata kata yang ingin aku sampaikan pada bunda, tapi aku gak kuat menahan derasnya air mata saat aku menyampaikannya. Bunda di sini di perantauan anakmu selalu membayangkan wajahmu bunda, bahkan aku selalu ingat perjuangan bunda ketika keluarga kita tertimpa musibah. Memori kelam. Aku sangat ingat ketika mau berangkat sekolah bunda gak pegang uang sepeserpun, jangankan untuk uang saku sekolah untuk sarapan aja gak bisa beli. Tapi bunda gak patah semangat untuk menyemangati anak-anaknya agar bisa sekolah walaupun dengan keadaan perut lapar, bunda rela pagi-pagi mendatangi rumah tetangga hanya untuk meminjam uang dan ketika bunda pulang ke rumah dengan membawa uang dari hasil pinjaman bunda langsung sujud syukur disitu hati aku seperti tersayat bunda, aku tidak bisa menahan air mata, tapi aku tetap menjaga mata agar tidak menangis di depan bunda.
            Bunda sosok yang selalu mengajarkanku tentang kesabaran menjalani hidup ini. Bunda sebelum ekonomi keluarga kita pulih aku sering menahan rasa lapar demi melihat bunda tidak sedih, bunda di sekolah walaupun uang jajan dari bunda pas-pasan aku selalu mennyisihkannya untuk membeli lauk sehabis pulang sekolah, bunda, walaupun kita sering makan hanya pakai kecap dan kerupuk atau hanya pakai tumbukan kacang tapi aku merasakan makanan itu sangat lezat, bunda, ketika makan aku kadang menahan agar tidak nangis. Di saat makan dengan lauk yang pas-pasan bunda sering berbicara “maafkan bunda nak, bunda gak bisa membuatmu bahagia, bunda gak bisa memberikanmu makanan yang bergizi, makanan yang sehat, maafkan bunda nak” bunda, sebenarnya aku gak kuat mendengar kata-kata bunda, aku ingin menagis dan bilang “ini bukan salah bunda, ini bukan salah siapapun, aku bersyukur masih bisa makan bunda, aku sangat menikmati makanan yang bunda sajikan, aku sangat berterimakasih pada bunda” tapi bibirku kelu untuk mengucapkan semua kata-kata itu. Bunda, kenangan dulu waktu lebaran dan momennya kita gak punya banyak uang, dan bunda tidak bisa memberikan baju baru untuk anak-anaknya lagi-lagi bunda minta maaf “maafkan bunda nak, bunda gak bisa membelikanmu baju baru di hari raya ini, maafkan bunda karena bunda kamu gak sama dengan teman-temanmu, di saat teman-temanmu mengenakan baju baru dan kamu tidak” bunda lagi-lagi aku ingin berbicara “ini bukan salah bunda, ini bukan salah siapapun, aku masih bisa kumpul bersama keluarga saja sudah bahagia” tapi aku gak bisa mengucapkannya aku hanya bisa memeluk bunda dengan erat saja.
            Bunda, kenangan diatas sampai sekarang masih membekas di hati aku. Terimakasih bunda telah mengajarkanku arti sebuah perjuangan hidup, bunda telah mengajarkanku kesabaran dan ketabahan dalam menjalani hidup. Bunda sampai kapanpun aku tidak tidak pernah melupakan semua perjuangan bunda dalam membesarkanku dan mendidikku.
Bunda terimakasih sudah menemani dan menghantarkanku sampai bangku kuliah, bunda setelah lulus kuliah nanti aku sangat ingin membahagiakan bunda, aku ingin mengajak bunda jalan-jalan keluar negeri.
            Bunda, aku sayang banget sama bunda, aku sangat ingin membahagiakan bunda, aku ingin membuat bunda bangga padaku, bunda title SE aku nanti aku persembahkan untuk bunda. Bunda semoga Allah SWT membalas semua amal kebaikan bunda, semoga bunda di beri umur panjang agar bisa menikmati kesuksesanku, walaupun bunda sering bilang “nak, ketika kamu sukses bunda tidak akan pernah minta apapun dari kamu” bunda ketika aku sukses kesuksesan itu berkat bunda juga berkat perjuanagn bunda dan doa-doa bunda.
            Bunda, aku sayang banget sama bunda, rasa sayangku kepada bunda melebihi apapun, separuh semangatku bersumber dari bunda. Pokoknya bunda adalah wanita terbaik yang Allah SWT kirim untukku. I LOVE YOU BUNDA

Kamis, 17 November 2016

DOKTER KEVIN VS GADIS PENJUAL DONAT



DOKTER KEVIN VS GADIS PENJUAL DONAT
Part 1
                Terik matahari membakar tubuhku kakiku seudah berat untuk melangkah, keringat mengalir dari tubuhku bagaikan air terjun. Siang ini aku lelah banget aku ingin cepat pulang untuk istirahat tapi jualan donatku masih numpuk banyak belum laku semua. Kalo aku pulang aku hanya akan membawa uang yang cukup untuk membeli makan aku, ibu dan adikku saja, sedangkan untuk membeli obat ibu belum ada.
                Tuhan aku mohon padamu bantulah hambamu ini, hamba mohon turunkanlah orang baik yang mau membeli jualanku (doaku dalam batin). Sambil terus melangkahkan kaki, tiba-tiba sebuah mobil Mazda 2 berwarna merah menyala berhenti tepat disampingku. Pintu mobil terbuka sepatu vantopel berkilau keluar dan mendarat di jalan, sesosok pria berpawakan tinggi, berwajah oriental dan berpenampilan rapih itu menghampiriku yang masih menatapnya dengan tatapan terpesona, ya Tuhan ini malaikat dari mana sempurna sekali (gerutuku dalam hati). Dengan senyum ramah nan menawan pria itu menanyaiku “ hy, jualan kue apa?”. Emm ini jualan donat (jawabku dengan nada grogi). “ boleh saya borong semua donatnya?”. Aku buru-buru menjawab Boleh-boleh, aku segera membungkus semua donat jualanku dan langsung aku kasih ke pria itu sambil bilang ini harganya 100 ribu. “oh, terimakasih (sambil melayangkan uang 100 ribu)”.  Akupun  mengambil uang itu dari tangannya tak disengaja aku menyentuh tangannya yang halus sambil mengucap iya sama-sama terimakasih kembali, kemudian pria itu tersenyum dan langsung kembali ke dalam mobilnya dan melesat meninggalkanku.
                Tuhan tidak pernah tidur, Tuhan selalu ada buat hamba-NYA yang membutuhkan pertolonga-NYA. Sore ini aku pulang dengan senyum lebar, aku senang karena jualanku laku semua dan aku senang karena telah bertemu malaikat. Aku bergegas membeli 3 nasi bungkus setelah itu aku lanjut keapotek nuntuk mebeli obat ibuku. Sudah dua tahun ibu sakit-sakitan dia hanya bisa berbaring lemah ditempat tidurnya, sedangkan ayahku sudah meninggal sejak aku kecil sekarang aku jadi tulang punggung keluarga.
                Adikku yang masih duduk di bangku SD sudah bisa membantu merawat ibu, adikku sadar dengan keadaan keluarga. 1 tahun yang lalu aku lulus SMA, impianku untuk bisa kuliah aku pendam diam-diam karena factor financial yang kurang mendukung.
                Sejak lulus dari sma aku sudah mencoba mencari kerja kemana-mana tapi hasilnya nihil. Maklumlah Cuma modal ijazah sma saja. Dan akhirnya aku memutuskan untuk berwirausaha berjualan donat.
                Malam telah tiba, aku mendengar isak tangis ibuku, aku sontak langsung kekamar ibu, aku memandang ibu yang sedang menggigil hebat, mukanya pucat, tubuhnya demam. Aku kasihan melihat ibu seperti itu, aku berusaha meminta tolong tetangga namun tidak ada yang bisa membantu, adik kecilku menangis, aku berusaha tegar untuk tidak menangis akan tetapi air mataku tak bisa kubendung.
                Keesokan harinya keadaan ibuku membaik, setelah menghantarkan adik ke sekolah aku melanjutkan rutinitas pekerjaanku, aku mulai berjualan donat pukul 11.00 kakiku siap melangkah mencari risky.
                Di tengah jalan aku melihat mobil mewah yang pernah aku temui beberapa waktu lalu. Mobil itu terparkir diarea rumah sakit “HARAPAN KITA” seorang dokter muda bergegas memasuki mobil itu ia masih mengenakan seragam dokternya, tanpa sengaja dokter itu melihatku yang sedang menenteng jualanku, aku mengenali wajah dokter itu, ia tidak salah lagi itu wajah yang beberapa waktu lalu memborong daganganku. Mobil dokter itu keluar dari parkiran dan berhenti persis di depanku berdiri, dokter itu keluar dari mobilnya dan langsung menujuku, “Hy, kamu yang kemarin jualan di pinggirjalan itukan?”. Iya dok, dokter yang waktu itu memborong daganganku kan?. “ iya benar “. Mau beli lagi dok? (tawarku). “iya, saya mau borong lagi”. Ok dok, aku langsung membungkus semua daganganku, klo boleh tahu dokter memborong semua daganganku buat siapa? “ini untuk anak-anak asuh saya, jangan panggil dokter y panggil nama saja, nama saya Kevin jadi panggil Kevin aja biar kelihatan akrab”. Ok dok, eh maaf maksudnya ok Kevin.
                Setelah obrolan itu aku dan dokter Kevin makin akrab, suatu hari aku diajak dokter Kevin mengunjungi sebuah panti asuhan yang duhuni belasan anak-anak Yatim Piatu dan anak Jalanan. Dokter Kevin menceritakan semua tentang panti asuhan itu, aku mencerna semua cerita dokter Kevin, sungguh luar biasa panti asuhan itu ternyata dibangun sendiri oleh Dokter Kevin, sungguh dokter muda yang memiliki hati mulia, dan sekarang aku jadi tahu kenapa dokter Kevin selalu memborong daganganku yang ternyata buat dibagikan disini di panti asuhannya.
                Sore hari yang bersahabat saat jualanku sudah habis aku diajak jalan sama Dokter Kevin, ternyata dokter Kevin tidak malu mengajakku jalan-jalan sore selain ke panti. Disela-sela obrolan kami, aku bercerita tentang sakit yang diderita ibuku.
                Hari minggu rencananya dokter Kevin akan main kerumahku, aku jadi senewen menyambut kedatangannya, tok-tok-tok bunyi ketukan pintu, aku sudah tahu siapa yang datang, segera membuka pintu dan mempersilakan dokter Kevin masuk.
                Kami ngobrol dengan asik, Dinda boleh saya lihat keadaan ibumu? Boleh Kev, mari aku antar ke kamar ibu. Hy bu perkenalkan ini Kevin teman Dinda dia seorang dokter. Dek Kevin (sapa ibu Dinda) terimakasih sudah mau berteman sama Dinda dan sudah menyempatkan main kerumah kami, sebelumnya Dinda sudah pernah bercerita tentang nak Kevin. Ibu kenapa gak dirawat di rumah sakit saja biar mendapatkan pemeriksaan dan perawatan yang intensif (tanya Kevin). Di RS kan mahal nak biayanya, ibu dan Dinda tidak punya simpanan uang lebih buat berobat ke RS. Gak usah kawatir bu soal biaya nanti insya allah saya yang nanggung. Ibu Dinda menangis mendengar ucapan Kevin, Terimakasih nak Kevin.
                Setelah 1 minggu di rawat kini kesehatan ibu Dinda jauh lebih baik, dan Dindapun sekarang makin dekat dengan dokter Kevin, disela-sela kesibukannya dokter Kevin selalu berusaha menyempatkan diri bertemu Dinda atau membantu Dinda berjualan.

MAAFKAN AKU KARENA MENYUKAIMU DIAM-DIAM TANPA SEPENGETAHUANMU



MAAFKAN AKU KARENA MENYUKAIMU DIAM-DIAM TANPA SEPENGETAHUANMU
            Awalnya hatiku tidak mengagumi siapapun, karena diriku bukan tipe orang yang mudah jatuh hati ke orang lain. Awalnya aku gak ada niat untuk merasakan hal-hal yang berbau kekasmaran, karena aku ingin fokus kuliah.
            Hai dirimu, kakak seniorku dikampus, tahukah dirimu bahwa aku menyukaimu. Pertemuanku dengannya terjadi pada awal September, saat diriku ospek kampus, seorang senior dengan face yang tampan dan body yang sempurna dengan tidak sengaja mengganggu hatiku. Senior itu aku panggil dengan sebutan Kaka, kaka senior itu duduk di depan ruang ospekku memberikan materi tentang Mahasiswa Sebagai Agenc Of Change, dimataku materi itu kurang menarik karena Menurutku Agent Of Change bukan hanya Mahasiswa saja melainkan kita semua Generasi muda yang akan menjadi penerus Bangsa ini. Caramu menyampaikan materi terlihat jelas bahwa kamu orang yang ber IQ tinggi, aku menebak kamu tentunya mahasiswa yang memiliki segudang prestasi yang membanggakan. Itu semua sudah cukup jelas dari caramu berbicara, caramu menjelaskan materi, dan dari sikap tegas dan wibawamu. Dibanding denganku yang hanya calon mahasiswi yang diibaratkan dengan seekor semut yang sedang membangun gunung tertinggi terbuat dari gumpalan tanah, lalu tak sengaja keinjak oleh kaki manusia. Mungkin aku tidak terlahir sebagai seseorang yang jenius tapi diriku selalu berusaha menjadi seseorang yang berkilau diantara yang lain.
            Aku terjaga dimalam hari, kantung mataku sudah merasakan kantuk yang luar biasa tetapi kenapa tidak bisa tidur?. Aku selalau membayangkannya, memikirkannya. Oh iya tadi siang juga Kaka senior itu memberiku minuman Aqua walaupun aku yang memintanya, Botol Aqua itu sampai malam ini aku simpan, bahkan sampai kapanpun tetap aku simpan karena botol Aqua itu pemberian perdananya. Pleasesss Stop Bisikan Aku Menyukainya. Arrrhhh apakah rasa jatuh cinta selalu begini????.......
            Setelah menjadi senior di ospekku kini kaka senior itu ternyata menjadi seniorku juga di Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan yang paling mengagetkanku ternyata dia jadi ketua HMJ yang menaungiku. Aku senang banget mengetahui hal itu, tapi dalam hatiku aku merasakan gelisah (Awas ya bukan Gelisah Geli Geli Basah wkwkwkkw) aku tidak mau perasaan suka ini akan terus tumbuh dan meluap-luap dihatiku minta di keluarkan.
            Tanggal 25 september saat peresmian anggota baru HMJ, aku dikerjai kaka seniorku suruh buat surat cinta, aku membuat surat cinta dengan rangkaian kata nan indah untuk kaka senior yang bernama Fauzan itu. Kemudian kaka senior lain yang bertugas sebagai MC menyuruhku membacakan surat cinta itu, dan langsung didepan orang yang dimaksud dari isi surat cintaku. Damn aku gemetar dan grogi 1000%, aku takut kalo dia tahu bahwa surat cinta itu curahan isi hatiku sebenarnya, kaka senior itu membalas isi surat itu dengan kata “Maafkan kaka dek kaka tidak pantas buatmu”.
            Kegiatan kehidupan kampus sudah normal kembali, kini aku sudah resmi menjadi mahasiswa dan anggota baru HMJ, tapi hatiku belum resmi dengan kaka senior itu ka Fauzan hehehe.
            Diriku yang pemalu hingga saat ini belum berani mengungkapkan isi hatiku kepada ka Fauzan, terkecuali saat membacakan surat cinta itu. Dan aku bertekad untuk tidak memberitahu masalah hatiku ini kepadanya.
            Hatiku malu saat kejadian diruang kesekertariatan HMJ, kau mendapatiku sedang menunggu kehadiranmu, bahkan ke tiga temanku saat itu tertawa, achh malu sekali rasanya, tapi sekilas lagi aku selalu menengokmu ka Fauzan, apakah kau berada disana di Ruang Sekertariatan atau Ruang Perpustakaan Fakultas?. Apakah kau akan menertawaiku dari kejauhan?.
            Maaf hanya satu kata itulah ingin ku ucapkan kepadamu karena aku telah mempunyai rasa padamu ka Fauzan, karena pemalu diriku aku tidak bisa leluasa berbicara kepadamu, jangankan berbicara menatapmu lebih dekat aja aku malu setengah mati.
            Maaf mataku tidak bisa memandangku terlalau lama karena pandanganmu membuatku ingin terus berada didekatmu walaupun diriku selalu grogi di dekatmu, maaf jika aku tidak bisa mununjukan sikap rasa cintaku, karena aku takut kalo kau salah pengertian, dan maaf karena aku junior yang tak tahu diri mencintai senior super jenius dan tampan sepertimu.
            Dilain sisi ada teman satu angkatanku yang pernah menyatakan rasa cintanya didepan ku secara langsung, akan tetapi aku belum menjawab ungkapan hatinya. Karena dihatiku masih ada ka Fauzan (Belum bisa move on nihh). Maafkan Aku Karena Menyukaimu Diam-Diam Tanpa Sepengetahuanmu.
            Lama aku menggantung dia Anwar orang yang mencintaiku dengan tulus, menit terus berjalan, jam terus berputar, waktu terus bergerak akhirnya aku mulai mencoba untuk menyukai Anwar, karena mendapatkan ka Fauzan sangatlah tidak mungkin, aku memilih mencoba mencintai Anwar perlahan-lahan, biarlah nama ka Fauzan bergeser dari hatiku dan di gantikan oleh nama Anwar.
            Rasa cintakun pada anwar kian hari makin tumbuh, rasa cintaku pada ka Fauzan kini berubah menjadi rasa sayang seorang adek kepada kakaknya (Hehehe walaupun dia belum tahu juga). Dan aku tahu kalo ka Fauzan ternyata dekat dengan seorang Mahasiswi sesama angkatan yang aku tahu dia bernama Angelin anak Manajemen.
            Bahagia bukan berarti memiliki semua apa yang kita cintai, tapi bahagia adalah ketika kita merasakan rasa cinta yang diberikan oleh orang yang tulus mencintai kita, Seperti Anwar yang tulus mencintai Aku Anindya Rahmanti.