CINTA
DALAM HIDUPKU
Semburat
salju semakin tebal, Winter sedang
melanda kota London , waktu terus
berputar seiring dengan roda kehidupan, tak terasa kini aku sudah dua tahun
hidup di negeri orang, tanpa sahabat, tanpa keluarga. Salah satu kelebihanku adalah
aku tipikal orang yang periang dan mudah bergaul dengan siapapun. Aku
memutuskan memilih London sebagai tempatku menimba ilmu karena London merupakan
negara pencetak manusia yang mampu merubah peradaban dunia.
Aku
meninggalkan tanah kelahiranku, aku meninggalkan bumi pertiwi, dan aku juga
meninggalkan seseorang yang pernah mengiasi hidupku. Dua tahun aku menahan
kangen Hendra, kami menjalani cinta jarak jauh atau yang biasa anak muda
ucapkan LDR, prinsip kami hanya satu yaitu saling percaya satu sama lain.
Rintangan
dalam menjalin LDR tidaklah mudah, apa lagi aku tipikal cewe yang pencemburu,
aku tahu Hendra merupakan laki-laki yang di nilai sempurna di kalangan wanita,
selain memiliki wajah ganteng, Hendrapun memiliki postur tubuh yang semampai,
berwibawa serta ramah kepada siapapun, jadi perempuan mana yang tidak menyukai
laki-laki seperti Hendra.
Winter
tahun ke duaku di London, seperti tahun sebelumnya aku menghabiskan akhir pekan
dengan bermain salju, pergi ke arena permainan sky, membuat boneka salju,
Michell sahabatku di London, mengajakku jalan-jalan ke Swiss, Swiss merupakan
kota yang indah untuk menikmati Winter.
Di
Swiss aku tinggal di rumah Michell, karena Michell asli orang Swiss. Michell
mempunyai kakak laki-laki yang super kece, hidungnya mancung, mata belo
kecoklatan, postur tubuh tinggi diatas Hendra. Di suatu hari kami bertiga
bermain Sky bersama, selain bermain sky kami juga mengobrol akrab, aku
menceritakan ke indahan negeri ku yang kuncati, aku bercerita tentang ke
indahan alam bumi papua raja ampat yang terkenal dengan terumbu karang terbaik
di dunia, aku juga menceritakan tentang Bali, yang menjadi icon Indonesia untuk
menarik wisatawan mancanegara, pantai di Bali merupakan pantai indah untuk
menikmati Sunset. Michell dan Dave begitu menikmati cerita aku, mereka antusias
sesekali bertanya penasaran tentang bumi pertiwi. “Agnes, aku suka negaramu,
aku suka Bali yang kau ceritakan padaku. Kapan kamu mengajak aku dan Dave ke
negaramu?.” Aku tersenyum melihat Michell bertanya, “Suatu saat aku akan
membawamu ke negaraku, mengajakmu keliling negaraku, pasti kamu akan
terkagum-kagum melihat pesona ke indahan negaraku”. “Ok, Agnes, aku pegang
jawabanya”.
“Pagi”
sapa Dave, “Pagi juga, pagi yang indah dengan silhuet kelabu menyelimuti
langit, dan salju yang menyelimuti pepohonan”. “Salju akan semakin menebal,
ketika hari Natal tiba, Btw hari ini kamu ada janji sama Michell tidak”. “hari
ini aku tidak ada janji dengan Michell, emang kenapa Dave?. Apakah kamu mau
mengajakku jalan?”. “tentu, saya akan mengajakmu jalan, kita akan melihat
winter dari kejauhan”. “wow, kayaknya menarik”. “pasti, ok, setengah jam lagi
kita berangkat, kamu siap-siap dulu”. “ok”. Dari cara Dave berbicara aku
seperti menangkap sesuatu darinya, akhir-akhir ini juga Dave sepertinya sering
memperhatikanku.
Waktu
menunjukan pukul 11 waktu London, kini aku dan Dave telah siap untuk pergi
berdua hanya berdua, karena hari ini Michell juga ada janji dengan temannya.
Aku mengenakan 3 rangkap baju di tambah jaket bulu yang tebal, hari ini cuaca
menurun drastis sehingga sangat dingin, begitupun Dave dia juga mengenakan baju
yang sangat tebal.
Dave
mengajaku ke tempat wisata yang popular di Swiss yaitu Interlaken yang terletak
di wilayah Bern, Swiss. Interlaken adalah salah satu tempat terbaik di dunia
untuk melakukan olahraga outdoor. Musim dingin kayak gini harus banyak bergerak
biar tidak mati membeku, Mungkin Dave mau mengajakku Olahraga, aku sendiri
selama tinggal di London jarang sekali olehraga. Dugaanku benar Dave mau
mengajakku olahraga Sky, wow aku belum pernah main Sky dan ini untuk yang
pertama kalinya aku main Sky, batinku berbicara “Coba saja aku main Sky bareng
Hendra pasti seru dan romantis”. Klo di perhatikan baik-baik Dave orang yang
mudah bergaul sama siapa aja dan orangnya mengasikkan.
“Dave,
katanya kamu mau mengajakku melihat Winter dari ketinggian?”. “Oh, maaf lupa
Agnes, tenang saja habis bermain Sky, aku akan membawamu ke suatu tempat yang
indah, tempat yang tidak akan kamu lupakan selamanya”. Aku antusias mendengarkannya.
“ayoo Dave sekarang saja, aku sudah mulai bosan nih bermain Sky”.
Perjalanan yang kami tempuh
cukup lama sekitar 1 jam, akhirnya kami tiba di The Schilthorn. The Schilthorn
sendiri adalah nama yang terdapat di Pegunungan Alpen sedangkan Piz Gloria
adalah sebuah restoran berputar di puncak gunung Schilthorn. Restoran ini
merupakan restoran berputar pertama di dunia, sehingga kamu tidak lelah
berputar pegunungan. Ya Dave menepati janjinya Dave membawaku ke restoran Piz
Gloria dari restoran ini aku bisa menikmati Winter dari ketinggian, lagi-lagi
Dave membuatku kagum, kayaknya masih banyak lagi kejutan yang akan Dave berikan
kepadaku.
Tanggal 20 desember 5 hari
sebelum natal, natal merupakan momen yang aku tunggu-tunggu walupun aku tidak
bisa menikmati momen natal bersama keluargaku tapi natal di London juga berasa
sangat menyenangkan. Natal tahun lalu aku merayakannya bersama teman-temanku
dari berbagai negara, natal tahun ini akan berasa berbeda karena natal tahun
aku akan merayakannya bersama keluarga Michell, ya keluarga Michell sudah aku
anggap sebagai keluargaku sendiri begitupun sebaliknya.
Setiap hari aku dan Dave sering
menghabiskan waktu bersama hanya berdua saja, Dave laki-laki yang tidak pernah
membuatku bosan. Setiap kali aku berada di dekatnya hatiku terasa senang dan
nyaman. Batinku berkata “Tuhan, apakah puing-puing cintaiku kepada Hendra
perlahan akan memudar”. Sudah dua minggu Hendra tanpa kabar tidak seperti
biasanya, walaupun aku dan Hendra terpisah jarak tapi setiap malam Hendra selalu
mengirimku email atau seminggu sekali kita skype untuk mengusir rasa kangen.
Salju semakin tebal menyelimuti
Swiss siang ini Aku, Michell dan Dave pergi ke sebuah Mall untuk membeli pernak
Pernik natal, dari kejauhan Dave memandanginku yang sedang asik memilih hiasan
pohon natal, rupanya Michell juga mengetahui itu. Michell dengan tingkahnya
yang konyol menggodaku. “Cie, kayaknya kakakku lagi jatuh cinta sama sahabat
adiknya”. “Apaan sih Michell”. “lihattuh kakakku memandangimu sambil
senyum-senyum sendiri”. Aku tersipu malu sendiri. “kakakku itu bukan tipikal
cowo yang mudah jatuh hati ke wanita, kamu beruntung telah membuat kakakku
jatuh cinta”.
Natal pun tiba, kini aku ada di
tengah-tengah keluarga Michell aku merasakan suasana natal seperti suasana
natal aku dan keluargaku sendiri, di tengah-tengah harmonisnya natal Dave
mengajakku keluar, aku menurutinya. “Agnes, bisa ikut denganku keluar
sebentar”. “Kemana Dave? Di luar salju sedang turun”. “Hanya sebentar, ada
sesuatu yang ingin aku sampaikan di suasana natal yang indah ini”. Aku dan Dave
keluar, Dave mengajakku ke sebuah tempat yang ternyata Dave sudah menyiapkannya
kusus, tempat yang indah dengan nuansa romantis khas Swiss. Di tempat ini Dave
mengungkapkan semua isi hatinya kepadaku. “Agnes kamu tahu gak? Aku sebenarnya
bukan tipikal cowo yang mudah jatuh cinta kepada cewe tapi itu dulu, dulu
debelum aku mengenalmu, aku juga bukan tipikal cowo yang romantis tapi itu dulu
sebelum aku bertemu denganmu. Sejak pertama kali Michell mengajakmu main ke
rumah, pertama kali aku melihat wajahmu, jantungku berdetak tidak seirama,
awalnya aku tidak menyadari arti detak jantunggku ini, tapi seiring berjalannya
hari aku menyadarinya. Agnes setiap malam aku selalu membayangkanmu, hanya
wajahmu yang terukir di dalam hatiku abadi dan takkan pernah terganti hanya
kaulah cinta dalam hidupku, jadi will you marry me?”. #Play Lagu ROSSA CINTA
DALAM HIDUPKU. Aku tertegun, jantungku terasa berhenti berdetak, aku tidak tahu
harus menjawab apa, jauh di sana masih ada Hendra yang berstatus sebagai
pacarku, tapi di sisi lain hatiku berkata bahwa aku mencintai Dave. “Agnes, aku
tahu kamu tidak bisa menjawabnya sekarang, maka akan aku tunggu jawabanya
nanti, kamu bisa berpikir dulu sebelum menjawab”. #Play Lagu AFGAN SETIA MENUNGGU.
Sehari setelah natal, masih
dalam suasana natal, aku menjadi canggung sama Dave bukan hanya itu aku juga
menjadi tidak enak sama keluarganya, maka aku putusnya untuk pulang ke
apartemenku.
Sesampainya di apartemenku aku
sangat kaget tiba-tiba Hendra sudah ada di depan apartemenku, “Bounjour”
sapaku, “Morning” jawab Hendra. “Sayang ko ada di Swiss gak bilang-bilang”
“Kejutan dong sayang, anggap saja ini hadiah natal buat kamu” “Dasar kamu
sayang, kamu memang laki-laki penuh kejutan” “kamu baru nyadar sekarang
sayang?” “hehehe, gak juga sayang” “Sayang aku sudah menyiapkan sesuatu buat
kamu, sesuatu itu sudah aku rencanakan matang-matang sebelum aku berangkat ke
Swiss” jantungku berdetak kencang saat
Hendra bilang kalimat itu, kalimat SESUATU membuat aku senewen, Apakah Hendra
juga mau melamarku?. Jika itu benar terjadi apakah aku harus bahagia, entah apa
yang ada di dalam hatiku, relung hatiku paling dalam terukir dua nama pria yang
aku cintai Hendra dan Dave, jika Hendra memutuskan melamarku aku belum bisa
menjawabnya, sama seperti Dave menyataknanya cintanya aku juga belum bisa
menjawab.
Aku terjebak dalam cinta
segitiga, aku mengenal Hendra sudah lama, dan aku juga mencintainya tapi kenapa
seiring berjalannya waktu rasa cinta itu sedikit terkikis. Dave aku mengenal
Dave tidak selama aku mengenal Hendra tapi dalam hatiku juga menyimpan rasa
cinta.
Siang itu semuanya terjawab saat
Aku dan Hendra sedang makan berdua tiba-tiba Dave melihat kami berdua dan Dave
menggebrak meja kami.”Agnes, jadi ini yang kamu lakukan di belangkangku?.
Setelah aku dengan tulus menyatakan isi hatiku kamu menghindar dariku dan
memilih cowo lain”. “Dave, ini Hendra pacar aku yang di Indonesia, aku bukanya
sudah pernah bilang kalo aku mempunyai pacar”. Tiba tiba Dave pergi begitu
Kepastian iya aku menunggu kata
itu dari Hendra, aku butuh kepastiannya untuk menikahiku, aku butuh
kepastiannya untuk bisa tinggal bersamaku. Tapi Hendra kurang mengerti (mengapa
kau tidak mengerti halusnya persaanku, kau goreskan keraguan, By : Rossa). Tapi
aku masih mencitai Hendra walaupun hilang kepercayaanku padanya.
BERSAMBUNG……………………………………………………
Jangan Lupa Komen ya teman-teman