Senin, 20 Februari 2017

PESONA SANG DOSEN



Hembusan angin pagi menelisik menembus celah jendela kamar di iringi dengan sorot sinar sang surya, aku mengucek mata meregangkan tubuh ringkihku, jam menunjukan pukul 07.00 wib, hari ini aku ada kuliah pagi mata kuliah yang menyebalkan bikin kepalaku serasa berputar putar, kuliah Ekonomi Mikro, Hitss tunggu dulu walaupun mata kuliahnya menyebalkan tapi aku sangat menyukai mata kuliah ini, salah satu alasanya adalah karena dosen mata kuliah ini baiknya tidak ketulungan hehehe bukan itu aja sihh alasanya melainkan karena dosen mata kuliah ini sangat tampan nan berwibawa, klo produk dalam negeri tampannya seperti Dave Swatt itu loh wakil Indonesia di ajang ManHut International atau Iko Uwais actor Indonesia , bukan hanya aku
 yang menyukai dosen itu mahasiswi lain juga banyak yang menyukainya, sebut saja Angel mahasiswi yang sok cantik bak Miss Universe maklumlah Putri anak Orang kaya.
            Pagi ini aku duduk dideretan terdepan tepat di sampingku Angel and the genk. Hari ini Pak Angga Setiawan menjelaskan tentang “BIAYA PELUANG DALAM EKONOMI MIKRO”. Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal, paparan Penjelasan pak Angga. Dalam hati kalo pak Angga jomblo masih ada peluang gak ya buat aku hehehehe.
            Di akhir kuliah pak Angga memberikan hadiah buat mahasiswanya yaitu berupa tugas yang harus di kerjakan dan di kumpulkan minggu depan, huffttt kali ini tugasnya kelompok, pak Angga sendiri yang menentukan kelompoknya, jrengggg jrengggg aku satu kelompok dengan Angel, dalam batin “Pasti yang mengerjakan aku semua”. Tugas ini nanti bakal di presentasikan, momen bagus nihh buat sokk aktif di kelas maksudnya di depan pak Angga hehehe, mungkin Angel pun punya pikiran sama sepertiku.
            Tuhan kenapa kau hadirkan bayang-bayang pak Angga di langit-langit kamarku?. Setiap malam, setiap aku sendiri pasti wajah pak Angga selalu terbayang dalam pikiranku. Dari 24 jam yang Tuhan berikan aku menyukai pagi hari, dan dari 7 hari yang berputar aku menyukai hari kamis hehehe maklum hari kamis pagi ada mata kuliah pak Angga. Tempat yang paling aku sukai adalah kampus, makanya setiap hari tak ada bosan-bosannya pergi ke kampus hehehe salah satu tujuannya berharap bisa ketemu pak Angga.
            Matahari mulai berbenah untuk beristirahat, semburat keemasan terpancar di atas cakrawala, aku menikmati indahnya sore dan jalanan macet dari dalam bingkai jendela sebuah café yang bangunannya artistic dan romantis, aku menghabiskan sore di temani dengan secangkir coklat panas dan sebuah novel yang belum aku selesaikan bacanya. Tiba-tiba seseorang datang menghampiriku seseorang yang tak asing lagi, seseorang yang wajahnya jelas terukir dipikiranku ya seseorang itu tak lain adalah pak Angga, aku kaget bercampur senang bisa secara tidak sengaja di samperin pak Angga. “Hy, Bela, selamat sore”, “Hy juga pak Angga”, “sendirian aja bel? Boleh bapak bergabung?”. “iya nih pak sendirian aja biasalah pak jomblo wkwkkw, oh, silakan pak dengan senang hati bapak boleh bergabung” “ok bel terimakasih, btw tugas dari bapak sudah dikerjakan belum?”, “oh, tenang aja pak sudah beres, oh iya bapak ngapain kesini sendirian, mana pacar bapak,” “bapak kesini biasa nongkrong aja, membuang kejenuhan, pacar bapak gak punya pacar bel”, Bela nahan senyum saat pak Angga bilang belum punya pacar. “masa sih orang setampan bapak belum punya pacar, bapak sudah sukses”, “mungkin bapak belum nemu jodohnya Bel, bapak juga masih nyari-nyari, masih nyari yang cocok”. Waktu sudah berjalan begitu cepat sehingga jam menunjukan pukul 19.00 wib, Bela begitu menikmati obrolan bersama pak Angga, diam diam Bela pun mengambil gambar dirinya bersama pak Angga.
            Semangat pagi ini ada kuliah pak Angga dan semangat untuk presentasi tugas. Emm Biar nambah seru di kampus aku akan menunjukan foto kemarin sore aku dan pak Angga kepada Anggel and the genk biar dia panas (gerutu Bela dalam  hati). “Selamat pagi Anggel, gw mau nunjukin sesuatu nih buat loh, semoga loh suka” kemudian Bela membuka hpnya dan menunjukan foto dirinya dan pak Angga sedang menikmati sore di sebuah café. Sontak Anggel panas dan cemburu. “hebat banget ya lo bisa berduaan sama Pak Angga”.
            Presentasi kuliah pak Angga dimulai, kini giliran kelompok Bela, Anggel sok menonjol dalam presentasi sok tahu mungkin biar di puji pak Angga. Setelah jam kuliah selesai aku melihat Anggel ngobrol bersama pak Angga, dan ternyata Anngel lagi tanya-tanya materi dan mengajak pak Angga keluar. Dasar mahasiswi gak tahu malu, masa ngajak dosen keluar. Pak Angga menolak ajakan Anggel keluar, emm menurut aku pak Angga kurang suka dengan Anggel, mungkin karena orangnya agak aggresif kali ya hehehe.
            “hy Anggel mahasiswi yang sok cantik dan sok centil di depan cowo, gw lihat lo ngajak pak Angga dan pak Angga nolak, kasihan banget sih hidup lo”. “apa lo bilang pak Angga nolak gw, gak dia mungkin ada keperluan lain asal lo tahu ya gw belum pernah di tolak cowo”. “ok fixs kita lihat saja nanti siapa yang bakal mendapatkan hati pak Angga”. “ok, lo nantang gw, gw ladenin, jawabannya jelas gw yang bakal dapat hatinya pak Angga’’. Aku dan Anggel ribut gara-gara rebutin pak Angga, dalam hati aku pasti bisa mendapatkan hati pak Angga, jelas banget pak Angga kelihatan akrab sama aku.
            Sore yang menyenangkan, awan hitam bergulung-gulung diatas atap bumi, nampaknya sore ini akan hujan tapi gak pp aku sangat suka hujan, sore ini menghabiskan waktu di tempat fitness centre, aku punya jadwal rutin ke tempat fitness untuk menjaga lekuk tubuh agar tetap ideal. Lagi-lagi sore ini sore keberuntungan aku karena aku secara gak sengaja ketemu pak Angga lagi di tempat fitness, aku melihat pak Angga fitness menggunakan singlet putih yang pas di tubuhnya sehingga membentuk lekukan tubuh yang membuat aliran darahku mengalir lebih deras, pak Angga kelihatan tampan dan seksi sekali, otot bicep dan tricep yang menonjol, dada yang bidang rasanya membuat aku ingin jatuh pingsan di atas pelukan dada bidangnya pak Angga. Tanpa babibu lagi aku nyamperin pak Angga. “hy pak, selamat sore”. “hy Bela, selamat sore juga, kamu ngapain ada disini?”. “hehehe, biasa pak mencari keringat biar tubuh tetap fit dan tampilan tetap ideal”. “ohh, kamu rutin kesini Bel?” “iya pak, bapak sendiri rutin kesini?”. “iya Bel, hidup sehat merupakan bagian terpenting bagi bapak, cara menjalani hidup sehat bukan hanya menjaga pola makan sehat aja, melainkan olahraga yang teratur”. “hehehe iya pak, setuju dengan pendapat bapak, bapak hebat banget ya, bapak bukan menguasai teori ekonomi mikro saja, bapak juga menguasai pola hidup sehat”. Aku dan pak Angga ngobrol bareng di tempat fitness, tidak hanya berhenti disitu kedekatan aku dan pak Angga, karena aku gak bawa kendaraan sendiri akhirnya pak Angga menghantarkan aku pulang, di jalan kami berhenti sejenak di sebuah café.
            Tiba-tiba Anggel and the genk melabrak ku di kampus. “hy cewe sok akrab dan sok cantik, ngapain lo jalan bareng sama pak Angga, ngatain gw sok akrab sedangkan lo sendiri apa?”. “hy juga Anggel cantik, kapan gw sok akrab sama orang?”. “udah deh lo gak usah munafik gw dan genk gw lihat sendiri dengan mata kepala sendiri bahwa lo jalan bareng pak Angga kan”. “iya gw jalan bareng pak Angga, kenapa lo cemburu, lo gk suka?’’. Teman Anggel ikut-ikutan ngomong juga “udah Anggel kita kasih pelajaran saja si Bela, belum tahu apa siapa kita” saut Tasya. “benar Anggel jangan kita diamin saja Bela nanti lama-lama bakal sok ngediva” Moja ikut-ikutan ngomong juga. “gw peringatin ya awas klo sekali lagi gw lihat lo jalan bareng pak Angga lagi, gw bakal membuat hidup lo menderit” lagi-lagi Anggel mengancamku, aku muak dengan ancaman Anggel akhirnya aku pergi meninggalkan Anggel dan geknya.
            Hari yang indah semburat sinar mentari begitu silau menyinari alam semesta ini,hari ini berhubung gak ada kegiatan kuliah dan gak ada kegiatan apapun akhirnya aku putuskan untuk shopping di sebuah mall, berburu discon di mall adalah petualangan yang sangat mengasikkan aku di temani Rebecca sahabat kampus. Aku melihat keramaian di atrium utama mall, seperti sebuah acara kontes pemilihan model, aku dan Rebecca menangkap bayangan sosok yang sangat gagah diatas catwalk, ya dia tidak asing lagi, “Bel, itu seperti pak Angga”? tanya Rebecca “iya Re benar itu pak Angga, kita kesitu dulu yukk”. “ayuk Bel, kita dukung pak Angga”. Aku membaca background di belakang PEMILIHAN MISTER INDONESIA 2017 AUDISI YOGYAKARTA. Aku kaget pak Angga mengikuti acara Pageants juga, hebat banget dia, dosen yang hebat. Di deret penonton paling depan aku melihat seperti ada Anggel dan genknya. Singkat cerita tiba saatnya di babak 3 besar sang MC mengumumkan siapa Winners MISTER INDONESIA perwakilan Yogyakarta yang akan mewakili Yogyakarta di ajang MISTER INDONESIA 2017. Aku tegang menunggu MC membacakan pemenangnya, bukan hanya aku yang tegang ternyata dari wajahnya Anggel juga ikut tegang. MCpun membacakan pemenangnya. Aku bangga karena pak Angga lolos sebagai Pemenang MISTER INDONESIA 2017 AUDISI YOGYAKARTA. Di belakang panggung aku menyalami pak Angga mengucapkan selamat.
            Akhirnya jam kuliah yang melelahkan selesai juga. Aku melihat pak Angga menuju mobil mewahnya, tanpa tedeng aling-aling aku melesat menuju pak Angga, “hy pak, sekali lagi selamat ya atas kemenangan bapak kemarin, gak sabar pak nunggu acara PEMILIHAN MISTER INDONESIA 2017 yang katanya di adakan di Yogyakarta, malam final konsepnya outdoor di depan Candi Prambanan” “iya Bel, sama-sama, maaf Bel bapak lagi buru-buru nih”.
            Kini tiba saatnya acara MALAM FINAL PEMILIHAN MISTER INDONESIA 2017, aku, Rebecca, Anggel dan genknya duduk di deretan kursi paling depan, aku gak sabar ingin melihat Pak Angga beraksi, ingin mendengarkan Public Speaking pak Angga yang hebat, ingin melihat pak Angga menjawab dengan jawaban emasnya di sesi Q n A, ingin melihat pak Angga Catwalk dan yang sangat inginkan ingin melihat Pak Angga menang menggunakan Sash bertuliskan MISTER INDONESIA 2017. Singkat cerita nama Pak Angga masuk TOP 15, TOP 10, TOP 5 dan TOP 3. Dan tibalah saatnya di penghujung acara yaitu pengumuman siapa winnersnya. Jreng jreng MC membacakan pemenangnya aku tegang banget menunggunya. MC membacakan dari Runner UP 2, Runner UP 1 dan Winners. Jrengg jrengg nama Pak Angga menggema sebagai Winners, aku sontak teriak-teriak histeris. Pak Angga dengan Gagah penuh wibawa menggunakan SASH bertuliskan MISTER INDONESIA 2017. Aku, Rebecca dan Anggel dan genknya menyalami pak Angga di belakang panggung. Disini detik-detik hatiku hancur berkeping-keping bukan hanya aku saja yang patah hati Anggel juga patah hati, disini Pak Angga mengenalkan pacarnya kepada kami namanya Tamara wanita yang cantik, tinggi, seksi, sempurna.
            Walaupun aku sakit hati tapi aku masih semangat kuliahnya pak Angga, begitupun Anggel, aku dan Anggel sadar bahwa kita tidak pantas sama pak Angga, aku pun menyesal telah menaruh harapan ke pak Angga, ternyata pak Angga bersikap baik, ramah bukan ke aku saja tapi ke semua mahasiswanya. Selama ini aku terlalu GR sama pak Angga.
            Aku telah terpesona dengan Pak Angga dosenku, Setiap dosen punya pesona dan wibawanya masing-masing saat mengajar di depan mawasiswanya. Ada dosen yang membuat mahasiswanya terpesona karena ulet dan telatennya dalam mengajar, kesabarannya dalam mengajar, kepiawaianya dalam menyampaikan materi, kewibawaannya sebagai seorang dosen.

Rabu, 08 Februari 2017

SAYA PASTI BISA



Di usiaku yang menginjak dewasa, aku makin terasa was-was menjalani hidup, otakku mulai berpikir kritis, imajinasiku mulai bergerilya menembus cakrawala, rasa takut dalam diri mulai bergejolak membakar semangatku, aku harus bisa meraih mimpiku sebelum usiaku diatas dua puluh lima tahun dan saya yakin saya pasti bisa. ada orang (Papah dan Mamah) yang harus kubahagiakan secepatnya sebelum waktu memakan usianya, sebelum gerak tubuhnya melambat akibat faktor usia.
            Papah dan Mamah yang wajahnya selalu hadir di dalam pikiranku namanya akan selalu tergores di hatiku,pengorbananya akan selalu hidup dalam hatiku, tidak akan pernah bisa aku melupakan jasa dan pengorbananya sampai ajal menjemputku.
            Dua puluh tahun yang lalu mamah melahirkanku dengan susah payah, bahkan nyawa jadi taruhannya, hingga saat ini aku belum bisa membalas semua pengorbananya dan tak akan pernah bisa membalas pengorbanannya untuk hidupku ini . Satu lagi papah melakukan pengorbanan yang sangat besar untukku. Tanpa kehadirannya aku tidak bisa tumbuh besar seperti sekarang. Aku ingat dan tidak pernah akan melupakannya bahwa aku bisa dewasa seperti ini berkat peluhnya.tak kehitung berapa tetes peluh yang dia keluarkan untuk bisa menghidupiku.
            Papah dan mamah salah satu penyebab cemas yang aku rasakan diusiaku yang menginjak dua puluh tahun, ada rasa takut aku telat membuatnya bahagia, aku takut dia tidak bisa menikmati kesuksesanku, tapi rasa takut itu aku jadikan kipas yang akan meniupkan angin kencang diatas bara api yang menyala nyala. Rasa takut itu menjadi sumber motivasiku untuk bisa tetap action meraih mimpi meraih kebebasan financial. Agar aku bisa membuat dua malaikat ku bahagia. Bukan hanya meraih kebebasan financial saja, aku juga mempunyai mimpi lain yaitu ingin menjadi seorang penulis dan ingin mendirikan rumah singgah untuk anak jalanan.
            Papah dan Mamah atau dua malaikat dalam hidupku akan selalu mendukung langkah langkahku menuju kesuksesan meraih mimpi-mimpiku, aku tahu mereka setiap malam di saat semuanya tertidur nyenyak dia mendirikan sholat tahajud dan berdoa sembari menitikan air mata, aku menyelinap melihatnya diam-diam disitu aku merasakan kesedihan betapa tulusnya doa yang dipanjatkan, doa yang keluar dari hati terdalamnya, dan akupun berdoa dalam hati semoga Tuhan mengabulkan doa-doanya.
            Setiap hari setiap aku terbangun dari tidurku aku selalu semangat berjuang memperjuangkan hidup, mengejar apa yang aku impikan, mengejar semua target yang sudah aku susun dengan rapi, di dalam perjuanganku aku selipkan nama dan bayangan wajah orang terkasihku di memori otakku agar aku bisa lebih semangat lagi. Aku menjadikan Tuhan dan orang tua sebagai patner dalam perjuanganku meraih mimpi.
            Ketika waktu masih sekolah dulu aku tidak pernah meminta yang engga-engga atau kebutuhan yang tidak terlalu penting, karena aku melihat keadaan financial yang tidak memungkinkan untuk bisa hidup glamor bak selebriti. Salah satu kenangan waktu sekolah yang tidak pernah aku lupakan adalah setiap hari aku berangkat naik sepeda butut membonceng adikku, aku tidak pernah malu melakukan itu setiap hari, aku redam dalam-dalam gengsiku walaupun kadang-kadang aku tidak bisa mengendalikan rasa gengsiku yang disebabkan oleh olok-olokan teman-temanku.
            Aku tidak pernah mengeluh tentang olok-olokan itu, karena aku tidak ingin membuat  papah dan mamah sedih dan memikirkannya, aku berusaha tegar menghadapi semuanya, karena aku tahu ini langkah-langkahku menuju kesuksesan yang akan membuat bangga papah dan mamah.
            Ada satu kejadian yang jika diingat akan membuatku menetikan air mata, waktu kelas satu SMP aku memecahkan bola tenis meja temanku, aku memecahkannya dengan tidak sengaja, karena aku bukan tipe orang yang tidak bertanggung jawab, maka aku ganti bola tenis meja itu dengan yang baru, kalian tahu?.. sebenarnya untuk mengganti bola itu aku tidak punya uang dan aku memutuskan untuk tidak jajan sehari di sekolah dan kejadian itu tidak pernah aku ceritakan kepada orang tuaku karena lagi-lagi aku tidak ingin membuatnya sedih. Kenangan itu salah satu penyebab aku harus bisa meraih mimpi meraih kebebasan financial semuda mungkin.
            Di sekolah aku belajar sungguh-sungguh agar bisa mendapat nilai yang memuaskan, agar aku bisa mempersembahkan sebuah goresan tinta nilai yang membuat orang tuaku tersenyum bahagia, membuat orang tuaku merasa pengorbanan menyekolahkanku tidak sia-sia. Dan aku berhasil sejak zaman sd sampai smk aku selalu memberikan nilai memuaskan kepada orang tuaku. Membuatnya bahagia dengan hadiah nilai sekolah adalah cara terkecilku membuatnya bangga padaku.
            Ketika pengambilan buku raport, harus diambil oleh wali murid dan papah dan mamah bersama-sama datang ke sekolah hanya untuk mengambil raportku dan mendengar wali kelasku menceritakan tentang prilaku muridnya selama mengikuti kegiatan belajar di kelas, kegiatan di sekolah bahkan prilaku muridnya di lingkungan sekolah bakal di ceritakan kepada wali murid saat pengambilan raport, syukur alhamdulillah cerita semua tentang diriku bagus-bagus dan membuat orang tuaku bahagia mendengarkannya.
            Di Smk aku selalu masuk 5 besar nilai ujian akhir semester. Dan itu lagi-lagi aku jadikan hadiah kecil untuk orang tuaku., aku ingin membuatnya selalu tersenyum lebih tepatnya tersenyum karena prestasi dan perbuatan baikku. Dan yang paling aku inginkan melihat dia tersenyum karena semua mimpi-mimpiku tercapai berkat perjuanganku dan doanya.
            Di sekolah disaat aku sedang belajar aku selalu ingat wajah orang tuaku. Wajah lelah penuh perjuangan untuk bisa terus menyekolahkanku, bayangan itu menjadikan gairah belajarku meningkat, bayanggan itu memberikanku energi-energi positif.
            Perjuangan Meraih Mimpi itu aku mulai.
            13 november 2016 aku mengikuti seminar nasional. Seminar yang aku tunggu-tunggu seminar yang menghadirkan pembicara dan motivator favoritku Merry Riana dan Syafii Efendi, salah satu mimpiku juga bisa bertemu dengan Miss Merry Riana motivator Indonesia yang membuatku terus semangat meraih mimpi., tema seminar itu sangat dahsyat “MIMPI SEJUTA DOLAR dan SUKSES DI USIA MUDA”. Seminar itu di gelar di Jogja Ekspo Centre. Aku menyimak dan mencatat dengan penuh konsentrasi, menghadiri seminar motivasi bagi aku sangat penting karena dapat memberikan semangat baru. Di tengah tengah seminar sang motivator memberikan renungan tentang bagaimana klo kita terlambat memberikan kebahagiaan kepada orang tua, bagaimana klo kita terlambat sukses diusia muda. Di renungan itu aku benar benar tenggelam dalam buaian kata-kata sang motivator, aku memejamkan mata dan mengalirkan deras air mata. Tetapi setelah selesai renungan itu pikiranku menjadi terbuka, ketakutan untuk bertindak mencapai mimpi demi membahagiakan orang tua hilang, semangatku makin meninggi, dan harapanku juga semakin yakin bahwa aku pasti bisa meraih semua impianku walaupun ada seribu orang merendahkan menghina mimpiku tapi aku tidak akan drop semangat, hanya satu yang langsung membuat drop semangat yaitu jika diriku sendiri yang merendahkan dan meremehkan mimpiku.
Di akhir seminar sang motivator membuat janji yang harus di tepati audiens yang hadir, “Setelah keluar dari seminar ini semua yang hadir harus memulai langkah atau action agar semua cita-cita dan harapannya tercapai”. Dan akupun memulai langkah pertamaku, awalnya aku ragu mau memulai dari mana, tapi akhirnya aku memberanikan diri memulai langkah kecil dengan mencari pekerjaan yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. Oh iya aku kasih tahu dulu klo aku sekarang masih kuliah masih jadi mahasiswa. Akhirnya aku mencari pekerjaan dan aku dapat pekerjaan itu, pekerjaannya sebagai penjaga angkringan, di Jogja emang terkenal nama angkringan, yang belum tahu angkringan itu apa aku akan menjelaskan sedikit tentang angkringan. Angkringan adalah tempat berjualan makanan seperti nasi kucing, gorengan, es the, es jeruk dll tapi tempatnya seperti gerobak dan di dorong, biasanya angkringan mulai buka sore hari sampai malam. Aku bekerja diangkringan dari jam 17.00 sampai jam 24.00.
            Disitu aku memulai langkah pertama, aku merasakan bagaimana capenya mencari uang, bagaimana susahnya mencari uang, lantas pikiranku melayang membayangkan orang tuaku dua malaikat itu mencari uang demi menghidupi aku dan ke dua adikku. Aku membayangkan cape,susahnya mereka, aku membayangkan lelah,letihnya mereka, peluh mereka mengalir deras, mereka elap sendiri, didepan anak-anaknya mereka tetap memperlihatkan muka tegar, semangat, menyembunyikan muka lelahnya.
            Di waktu kerja aku tahan-tahan lelah dan mengantuk, aku berusaha konsentrasi pada pekerjaan, aku berusaha tetap semangat melayani pembeli, tetap tersenyum melayani pembeli walaupun kadang senyum itu aku paksakan. Oh iya aku juga tidak lupa klo aku mahasiswa jadi di sela-sela kerja aku berusaha belajar, maka setiap malam aku selalu membawa buku catatan untuk aku baca di tempat kerja.
            Karena ini pertamaku bekerja maka aku sering melakukan kesalahan yang sampai membuat bosku marah. Tapi aku maklumi ini langkah awalku menuju impinku. Bekerja diangkringan tidak tahan lama, aku bekerja hanya satu bulan 9 hari saja, karena fisikku yang gak kuat, kuliah kurang konsentrasi, ngantuk di kelas, mengerjakan tugas dadakan, dan aku berpikir aku masih kuliah, masih masa percobaan kenapa gak aku mencoba membuat bisnis kecil-kecilan sendiri saja yang waktu kerjanya tidak terikat, aku berpikir juga dari pada kerja sama orang mending aku perbanyak baca artikel atau buku tentang bisnis saja, lalu aku memperaktikannya, bukanya itu nanti jauh lebih bermanfaat. Ada kata mutiara yang aku catat dalam memori otaku.
            Action, aku memulai berbisnis, bisnis yang aku tekuni adalah dunia kuliner, aku mencoba memulai bisnis ini kecil-kecilan dengan membuka kedai “JEJAHEAN” di kedai ini tersedia semua olahan jahe, mulai dari minuman sampai dengan keripik jahe.
            Aku mengrekrut lima orang pegawai, semua pegawai yang aku rekrut adalah orang-orang yang memiliki semangat tinggi dalam bekerja, alhasil pegaiwaiku bekerja dengan professional, jeda beberapa bulan usahaku terus berkembang, mungkin salah satu sebabnya promosi yang bagus dan tidak lupa doa orang tuaku.
            Dari bulan berganti tahun bisnisku makin berkembang kini aku bisa membuka beberapa cabang, berkembangnya bisnisku tidak luput dari namanya kegagalan tapi disaat aku gagal aku berusaha bangkit lagi karena aku yakin saya pasti bisa. Setiap orang mempunyai jatah gagal, maka segera habiskanlah jatah gagalnya untuk segera mengambil jatah sukses. Aku sudah mengabiskan jatah gagal kini aku meraih jatah sukses. Mengubah strategi bisnis walaupun jenis bisnisnya sama.
            Dan aku berhasil meraih mimpiku meraih kebebasan financial sebelum usiaku dua puluh lima tahun, setelah kebebasan financial aku raih aku harus meraih mimpiku yang lain juga, aku terus memodifikasi mimpiku.” jangan pernah berhenti bermimpi karena mimpi memberi asa dan harapan dalam menjalani hidup”. Impianku selanjutnya adalah ingin menjadi penulis dan langkah awalku adalah memulai menulis apa yang ada di pikiran.
            Keinginan memulai, teruslah memulai dan kamupun harus mempunyai keberanian dan keinginan yang besar untuk menyelesaikannya. Ya sekarang satu  mimpiku berhasil tercapai aku sekarang sudah meraih kebebasan financial dan yang terpenting adalah sudah mampu membahagiakan orang tuaku (Papah dan Mamah).
            Papah Mamah kalian adalah sumber semangat dalam hidupku, penerang dalam gelapku, petunjuk dalam sesatku, tidak pernah ada yang bisa mengganti posisi kalian meskipun itu adalah kekasihku. Dave Setiawan sayang Papah dan Mamah.
            Buat kamu yang baca cerpen ini “apapun impianmu, yakinlah kamu bisa mewujudkannya. Jangan pernah ragu karena keraguan akan melemahkanmu, kamu harus yakin KAMU PASTI BISA, ucapkan ini dalam hati “SAYA PASTI BISA”.
            Diatas aku menyinggung sedikit tentang seminar aku bersama Merry Riana, ada kutipan yang aku sukai dari Merry Riana “setiap kali rasa ragu menghampiri, setiap kali kamu tidak percaya diri, ucapkan ini dengan sungguh-sungguh di dalam hati SAYA PERCAYA SAYA BISA, MENCAPAI MENCAPAI IMPIAN SAYA BISA, MENGAMBIL TINDAKAN SAYA BISA, BANGKIT DARI KEGAGALAN SAYA BISA, SAYA BISA DENGAN DOA, SAYA BISA DENGAN USAHA, SAYA PASTI BISA UNTUK KELUARGA BANGSA DAN NEGARA, SAYA PASTI BISA”. Kata-kata itu akan aku ingat sampai kapanpun.
SAYA PASTI BISA!!!
(Walaupun cerita ini fiksi tapi semoga bisa bermanfaat untuk pembaca yang budiman)