Hembusan
angin pagi menelisik menembus celah jendela kamar di iringi dengan sorot sinar
sang surya, aku mengucek mata meregangkan tubuh ringkihku, jam menunjukan pukul
07.00 wib, hari ini aku ada kuliah pagi mata kuliah yang menyebalkan bikin
kepalaku serasa berputar putar, kuliah Ekonomi Mikro, Hitss tunggu dulu
walaupun mata kuliahnya menyebalkan tapi aku sangat menyukai mata kuliah ini,
salah satu alasanya adalah karena dosen mata kuliah ini baiknya tidak
ketulungan hehehe bukan itu aja sihh alasanya melainkan karena dosen mata
kuliah ini sangat tampan nan berwibawa, klo produk dalam negeri tampannya
seperti Dave Swatt itu loh wakil Indonesia di ajang ManHut International atau
Iko Uwais actor Indonesia , bukan hanya aku
yang menyukai dosen itu mahasiswi lain juga
banyak yang menyukainya, sebut saja Angel mahasiswi yang sok cantik bak Miss
Universe maklumlah Putri anak Orang kaya.
Pagi ini aku duduk dideretan
terdepan tepat di sampingku Angel and the genk. Hari ini Pak Angga Setiawan menjelaskan
tentang “BIAYA PELUANG DALAM EKONOMI MIKRO”. Walaupun biaya peluang
(opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang
sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini
dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi.
Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von
Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal,
paparan Penjelasan pak Angga. Dalam hati kalo pak Angga jomblo masih ada
peluang gak ya buat aku hehehehe.
Di akhir kuliah pak Angga memberikan
hadiah buat mahasiswanya yaitu berupa tugas yang harus di kerjakan dan di
kumpulkan minggu depan, huffttt kali ini tugasnya kelompok, pak Angga sendiri
yang menentukan kelompoknya, jrengggg jrengggg aku satu kelompok dengan Angel,
dalam batin “Pasti yang mengerjakan aku semua”. Tugas ini nanti bakal di
presentasikan, momen bagus nihh buat sokk aktif di kelas maksudnya di depan pak
Angga hehehe, mungkin Angel pun punya pikiran sama sepertiku.
Tuhan kenapa kau hadirkan
bayang-bayang pak Angga di langit-langit kamarku?. Setiap malam, setiap aku
sendiri pasti wajah pak Angga selalu terbayang dalam pikiranku. Dari 24 jam
yang Tuhan berikan aku menyukai pagi hari, dan dari 7 hari yang berputar aku
menyukai hari kamis hehehe maklum hari kamis pagi ada mata kuliah pak Angga.
Tempat yang paling aku sukai adalah kampus, makanya setiap hari tak ada
bosan-bosannya pergi ke kampus hehehe salah satu tujuannya berharap bisa ketemu
pak Angga.
Matahari mulai berbenah untuk
beristirahat, semburat keemasan terpancar di atas cakrawala, aku menikmati
indahnya sore dan jalanan macet dari dalam bingkai jendela sebuah café yang
bangunannya artistic dan romantis, aku menghabiskan sore di temani dengan
secangkir coklat panas dan sebuah novel yang belum aku selesaikan bacanya.
Tiba-tiba seseorang datang menghampiriku seseorang yang tak asing lagi,
seseorang yang wajahnya jelas terukir dipikiranku ya seseorang itu tak lain
adalah pak Angga, aku kaget bercampur senang bisa secara tidak sengaja di
samperin pak Angga. “Hy, Bela, selamat sore”, “Hy juga pak Angga”, “sendirian
aja bel? Boleh bapak bergabung?”. “iya nih pak sendirian aja biasalah pak
jomblo wkwkkw, oh, silakan pak dengan senang hati bapak boleh bergabung” “ok
bel terimakasih, btw tugas dari bapak sudah dikerjakan belum?”, “oh, tenang aja
pak sudah beres, oh iya bapak ngapain kesini sendirian, mana pacar bapak,”
“bapak kesini biasa nongkrong aja, membuang kejenuhan, pacar bapak gak punya
pacar bel”, Bela nahan senyum saat pak Angga bilang belum punya pacar. “masa
sih orang setampan bapak belum punya pacar, bapak sudah sukses”, “mungkin bapak
belum nemu jodohnya Bel, bapak juga masih nyari-nyari, masih nyari yang cocok”.
Waktu sudah berjalan begitu cepat sehingga jam menunjukan pukul 19.00 wib, Bela
begitu menikmati obrolan bersama pak Angga, diam diam Bela pun mengambil gambar
dirinya bersama pak Angga.
Semangat pagi ini ada kuliah pak
Angga dan semangat untuk presentasi tugas. Emm Biar nambah seru di kampus aku
akan menunjukan foto kemarin sore aku dan pak Angga kepada Anggel and the genk
biar dia panas (gerutu Bela dalam hati).
“Selamat pagi Anggel, gw mau nunjukin sesuatu nih buat loh, semoga loh suka”
kemudian Bela membuka hpnya dan menunjukan foto dirinya dan pak Angga sedang
menikmati sore di sebuah café. Sontak Anggel panas dan cemburu. “hebat banget
ya lo bisa berduaan sama Pak Angga”.
Presentasi kuliah pak Angga dimulai,
kini giliran kelompok Bela, Anggel sok menonjol dalam presentasi sok tahu
mungkin biar di puji pak Angga. Setelah jam kuliah selesai aku melihat Anggel
ngobrol bersama pak Angga, dan ternyata Anngel lagi tanya-tanya materi dan
mengajak pak Angga keluar. Dasar mahasiswi gak tahu malu, masa ngajak dosen
keluar. Pak Angga menolak ajakan Anggel keluar, emm menurut aku pak Angga
kurang suka dengan Anggel, mungkin karena orangnya agak aggresif kali ya
hehehe.
“hy Anggel mahasiswi yang sok cantik
dan sok centil di depan cowo, gw lihat lo ngajak pak Angga dan pak Angga nolak,
kasihan banget sih hidup lo”. “apa lo bilang pak Angga nolak gw, gak dia
mungkin ada keperluan lain asal lo tahu ya gw belum pernah di tolak cowo”. “ok
fixs kita lihat saja nanti siapa yang bakal mendapatkan hati pak Angga”. “ok,
lo nantang gw, gw ladenin, jawabannya jelas gw yang bakal dapat hatinya pak
Angga’’. Aku dan Anggel ribut gara-gara rebutin pak Angga, dalam hati aku pasti
bisa mendapatkan hati pak Angga, jelas banget pak Angga kelihatan akrab sama
aku.
Sore yang menyenangkan, awan hitam
bergulung-gulung diatas atap bumi, nampaknya sore ini akan hujan tapi gak pp
aku sangat suka hujan, sore ini menghabiskan waktu di tempat fitness centre,
aku punya jadwal rutin ke tempat fitness untuk menjaga lekuk tubuh agar tetap
ideal. Lagi-lagi sore ini sore keberuntungan aku karena aku secara gak sengaja
ketemu pak Angga lagi di tempat fitness, aku melihat pak Angga fitness
menggunakan singlet putih yang pas di tubuhnya sehingga membentuk lekukan tubuh
yang membuat aliran darahku mengalir lebih deras, pak Angga kelihatan tampan
dan seksi sekali, otot bicep dan tricep yang menonjol, dada yang bidang rasanya
membuat aku ingin jatuh pingsan di atas pelukan dada bidangnya pak Angga. Tanpa
babibu lagi aku nyamperin pak Angga. “hy pak, selamat sore”. “hy Bela, selamat
sore juga, kamu ngapain ada disini?”. “hehehe, biasa pak mencari keringat biar
tubuh tetap fit dan tampilan tetap ideal”. “ohh, kamu rutin kesini Bel?” “iya
pak, bapak sendiri rutin kesini?”. “iya Bel, hidup sehat merupakan bagian
terpenting bagi bapak, cara menjalani hidup sehat bukan hanya menjaga pola
makan sehat aja, melainkan olahraga yang teratur”. “hehehe iya pak, setuju
dengan pendapat bapak, bapak hebat banget ya, bapak bukan menguasai teori
ekonomi mikro saja, bapak juga menguasai pola hidup sehat”. Aku dan pak Angga
ngobrol bareng di tempat fitness, tidak hanya berhenti disitu kedekatan aku dan
pak Angga, karena aku gak bawa kendaraan sendiri akhirnya pak Angga
menghantarkan aku pulang, di jalan kami berhenti sejenak di sebuah café.
Tiba-tiba Anggel and the genk
melabrak ku di kampus. “hy cewe sok akrab dan sok cantik, ngapain lo jalan
bareng sama pak Angga, ngatain gw sok akrab sedangkan lo sendiri apa?”. “hy
juga Anggel cantik, kapan gw sok akrab sama orang?”. “udah deh lo gak usah munafik
gw dan genk gw lihat sendiri dengan mata kepala sendiri bahwa lo jalan bareng
pak Angga kan”. “iya gw jalan bareng pak Angga, kenapa lo cemburu, lo gk
suka?’’. Teman Anggel ikut-ikutan ngomong juga “udah Anggel kita kasih
pelajaran saja si Bela, belum tahu apa siapa kita” saut Tasya. “benar Anggel
jangan kita diamin saja Bela nanti lama-lama bakal sok ngediva” Moja
ikut-ikutan ngomong juga. “gw peringatin ya awas klo sekali lagi gw lihat lo
jalan bareng pak Angga lagi, gw bakal membuat hidup lo menderit” lagi-lagi
Anggel mengancamku, aku muak dengan ancaman Anggel akhirnya aku pergi
meninggalkan Anggel dan geknya.
Hari yang indah semburat sinar
mentari begitu silau menyinari alam semesta ini,hari ini berhubung gak ada
kegiatan kuliah dan gak ada kegiatan apapun akhirnya aku putuskan untuk
shopping di sebuah mall, berburu discon di mall adalah petualangan yang sangat
mengasikkan aku di temani Rebecca sahabat kampus. Aku melihat keramaian di
atrium utama mall, seperti sebuah acara kontes pemilihan model, aku dan Rebecca
menangkap bayangan sosok yang sangat gagah diatas catwalk, ya dia tidak asing
lagi, “Bel, itu seperti pak Angga”? tanya Rebecca “iya Re benar itu pak Angga,
kita kesitu dulu yukk”. “ayuk Bel, kita dukung pak Angga”. Aku membaca
background di belakang PEMILIHAN MISTER INDONESIA 2017 AUDISI YOGYAKARTA. Aku
kaget pak Angga mengikuti acara Pageants juga, hebat banget dia, dosen yang
hebat. Di deret penonton paling depan aku melihat seperti ada Anggel dan
genknya. Singkat cerita tiba saatnya di babak 3 besar sang MC mengumumkan siapa
Winners MISTER INDONESIA perwakilan Yogyakarta yang akan mewakili Yogyakarta di
ajang MISTER INDONESIA 2017. Aku tegang menunggu MC membacakan pemenangnya,
bukan hanya aku yang tegang ternyata dari wajahnya Anggel juga ikut tegang.
MCpun membacakan pemenangnya. Aku bangga karena pak Angga lolos sebagai
Pemenang MISTER INDONESIA 2017 AUDISI YOGYAKARTA. Di belakang panggung aku
menyalami pak Angga mengucapkan selamat.
Akhirnya jam kuliah yang melelahkan
selesai juga. Aku melihat pak Angga menuju mobil mewahnya, tanpa tedeng
aling-aling aku melesat menuju pak Angga, “hy pak, sekali lagi selamat ya atas
kemenangan bapak kemarin, gak sabar pak nunggu acara PEMILIHAN MISTER INDONESIA
2017 yang katanya di adakan di Yogyakarta, malam final konsepnya outdoor di
depan Candi Prambanan” “iya Bel, sama-sama, maaf Bel bapak lagi buru-buru nih”.
Kini tiba saatnya acara MALAM FINAL
PEMILIHAN MISTER INDONESIA 2017, aku, Rebecca, Anggel dan genknya duduk di
deretan kursi paling depan, aku gak sabar ingin melihat Pak Angga beraksi,
ingin mendengarkan Public Speaking pak Angga yang hebat, ingin melihat pak
Angga menjawab dengan jawaban emasnya di sesi Q n A, ingin melihat pak Angga
Catwalk dan yang sangat inginkan ingin melihat Pak Angga menang menggunakan
Sash bertuliskan MISTER INDONESIA 2017. Singkat cerita nama Pak Angga masuk TOP
15, TOP 10, TOP 5 dan TOP 3. Dan tibalah saatnya di penghujung acara yaitu
pengumuman siapa winnersnya. Jreng jreng MC membacakan pemenangnya aku tegang
banget menunggunya. MC membacakan dari Runner UP 2, Runner UP 1 dan Winners.
Jrengg jrengg nama Pak Angga menggema sebagai Winners, aku sontak teriak-teriak
histeris. Pak Angga dengan Gagah penuh wibawa menggunakan SASH bertuliskan
MISTER INDONESIA 2017. Aku, Rebecca dan Anggel dan genknya menyalami pak Angga
di belakang panggung. Disini detik-detik hatiku hancur berkeping-keping bukan hanya
aku saja yang patah hati Anggel juga patah hati, disini Pak Angga mengenalkan
pacarnya kepada kami namanya Tamara wanita yang cantik, tinggi, seksi,
sempurna.
Walaupun aku sakit hati tapi aku
masih semangat kuliahnya pak Angga, begitupun Anggel, aku dan Anggel sadar
bahwa kita tidak pantas sama pak Angga, aku pun menyesal telah menaruh harapan
ke pak Angga, ternyata pak Angga bersikap baik, ramah bukan ke aku saja tapi ke
semua mahasiswanya. Selama ini aku terlalu GR sama pak Angga.
Aku telah terpesona dengan Pak Angga
dosenku, Setiap dosen punya pesona dan wibawanya masing-masing saat mengajar di
depan mawasiswanya. Ada dosen yang membuat mahasiswanya terpesona karena ulet
dan telatennya dalam mengajar, kesabarannya dalam mengajar, kepiawaianya dalam
menyampaikan materi, kewibawaannya sebagai seorang dosen.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar