Senin, 20 Februari 2017

PESONA SANG DOSEN



Hembusan angin pagi menelisik menembus celah jendela kamar di iringi dengan sorot sinar sang surya, aku mengucek mata meregangkan tubuh ringkihku, jam menunjukan pukul 07.00 wib, hari ini aku ada kuliah pagi mata kuliah yang menyebalkan bikin kepalaku serasa berputar putar, kuliah Ekonomi Mikro, Hitss tunggu dulu walaupun mata kuliahnya menyebalkan tapi aku sangat menyukai mata kuliah ini, salah satu alasanya adalah karena dosen mata kuliah ini baiknya tidak ketulungan hehehe bukan itu aja sihh alasanya melainkan karena dosen mata kuliah ini sangat tampan nan berwibawa, klo produk dalam negeri tampannya seperti Dave Swatt itu loh wakil Indonesia di ajang ManHut International atau Iko Uwais actor Indonesia , bukan hanya aku
 yang menyukai dosen itu mahasiswi lain juga banyak yang menyukainya, sebut saja Angel mahasiswi yang sok cantik bak Miss Universe maklumlah Putri anak Orang kaya.
            Pagi ini aku duduk dideretan terdepan tepat di sampingku Angel and the genk. Hari ini Pak Angga Setiawan menjelaskan tentang “BIAYA PELUANG DALAM EKONOMI MIKRO”. Walaupun biaya peluang (opportunity cost) terkadang sulit untuk dihitung, efek dari biaya peluang sangatlah universal dan nyata pada tingkat perorangan. Bahkan, prinsip ini dapat diaplikasikan kepada semua keputusan, dan bukan hanya bidang ekonomi. Sejak kemunculannya dalam karya seorang ekonom Jerman bernama Freidrich von Wieser, sekarang biaya peluang dilihat sebagai dasar dari teori nilai marjinal, paparan Penjelasan pak Angga. Dalam hati kalo pak Angga jomblo masih ada peluang gak ya buat aku hehehehe.
            Di akhir kuliah pak Angga memberikan hadiah buat mahasiswanya yaitu berupa tugas yang harus di kerjakan dan di kumpulkan minggu depan, huffttt kali ini tugasnya kelompok, pak Angga sendiri yang menentukan kelompoknya, jrengggg jrengggg aku satu kelompok dengan Angel, dalam batin “Pasti yang mengerjakan aku semua”. Tugas ini nanti bakal di presentasikan, momen bagus nihh buat sokk aktif di kelas maksudnya di depan pak Angga hehehe, mungkin Angel pun punya pikiran sama sepertiku.
            Tuhan kenapa kau hadirkan bayang-bayang pak Angga di langit-langit kamarku?. Setiap malam, setiap aku sendiri pasti wajah pak Angga selalu terbayang dalam pikiranku. Dari 24 jam yang Tuhan berikan aku menyukai pagi hari, dan dari 7 hari yang berputar aku menyukai hari kamis hehehe maklum hari kamis pagi ada mata kuliah pak Angga. Tempat yang paling aku sukai adalah kampus, makanya setiap hari tak ada bosan-bosannya pergi ke kampus hehehe salah satu tujuannya berharap bisa ketemu pak Angga.
            Matahari mulai berbenah untuk beristirahat, semburat keemasan terpancar di atas cakrawala, aku menikmati indahnya sore dan jalanan macet dari dalam bingkai jendela sebuah café yang bangunannya artistic dan romantis, aku menghabiskan sore di temani dengan secangkir coklat panas dan sebuah novel yang belum aku selesaikan bacanya. Tiba-tiba seseorang datang menghampiriku seseorang yang tak asing lagi, seseorang yang wajahnya jelas terukir dipikiranku ya seseorang itu tak lain adalah pak Angga, aku kaget bercampur senang bisa secara tidak sengaja di samperin pak Angga. “Hy, Bela, selamat sore”, “Hy juga pak Angga”, “sendirian aja bel? Boleh bapak bergabung?”. “iya nih pak sendirian aja biasalah pak jomblo wkwkkw, oh, silakan pak dengan senang hati bapak boleh bergabung” “ok bel terimakasih, btw tugas dari bapak sudah dikerjakan belum?”, “oh, tenang aja pak sudah beres, oh iya bapak ngapain kesini sendirian, mana pacar bapak,” “bapak kesini biasa nongkrong aja, membuang kejenuhan, pacar bapak gak punya pacar bel”, Bela nahan senyum saat pak Angga bilang belum punya pacar. “masa sih orang setampan bapak belum punya pacar, bapak sudah sukses”, “mungkin bapak belum nemu jodohnya Bel, bapak juga masih nyari-nyari, masih nyari yang cocok”. Waktu sudah berjalan begitu cepat sehingga jam menunjukan pukul 19.00 wib, Bela begitu menikmati obrolan bersama pak Angga, diam diam Bela pun mengambil gambar dirinya bersama pak Angga.
            Semangat pagi ini ada kuliah pak Angga dan semangat untuk presentasi tugas. Emm Biar nambah seru di kampus aku akan menunjukan foto kemarin sore aku dan pak Angga kepada Anggel and the genk biar dia panas (gerutu Bela dalam  hati). “Selamat pagi Anggel, gw mau nunjukin sesuatu nih buat loh, semoga loh suka” kemudian Bela membuka hpnya dan menunjukan foto dirinya dan pak Angga sedang menikmati sore di sebuah café. Sontak Anggel panas dan cemburu. “hebat banget ya lo bisa berduaan sama Pak Angga”.
            Presentasi kuliah pak Angga dimulai, kini giliran kelompok Bela, Anggel sok menonjol dalam presentasi sok tahu mungkin biar di puji pak Angga. Setelah jam kuliah selesai aku melihat Anggel ngobrol bersama pak Angga, dan ternyata Anngel lagi tanya-tanya materi dan mengajak pak Angga keluar. Dasar mahasiswi gak tahu malu, masa ngajak dosen keluar. Pak Angga menolak ajakan Anggel keluar, emm menurut aku pak Angga kurang suka dengan Anggel, mungkin karena orangnya agak aggresif kali ya hehehe.
            “hy Anggel mahasiswi yang sok cantik dan sok centil di depan cowo, gw lihat lo ngajak pak Angga dan pak Angga nolak, kasihan banget sih hidup lo”. “apa lo bilang pak Angga nolak gw, gak dia mungkin ada keperluan lain asal lo tahu ya gw belum pernah di tolak cowo”. “ok fixs kita lihat saja nanti siapa yang bakal mendapatkan hati pak Angga”. “ok, lo nantang gw, gw ladenin, jawabannya jelas gw yang bakal dapat hatinya pak Angga’’. Aku dan Anggel ribut gara-gara rebutin pak Angga, dalam hati aku pasti bisa mendapatkan hati pak Angga, jelas banget pak Angga kelihatan akrab sama aku.
            Sore yang menyenangkan, awan hitam bergulung-gulung diatas atap bumi, nampaknya sore ini akan hujan tapi gak pp aku sangat suka hujan, sore ini menghabiskan waktu di tempat fitness centre, aku punya jadwal rutin ke tempat fitness untuk menjaga lekuk tubuh agar tetap ideal. Lagi-lagi sore ini sore keberuntungan aku karena aku secara gak sengaja ketemu pak Angga lagi di tempat fitness, aku melihat pak Angga fitness menggunakan singlet putih yang pas di tubuhnya sehingga membentuk lekukan tubuh yang membuat aliran darahku mengalir lebih deras, pak Angga kelihatan tampan dan seksi sekali, otot bicep dan tricep yang menonjol, dada yang bidang rasanya membuat aku ingin jatuh pingsan di atas pelukan dada bidangnya pak Angga. Tanpa babibu lagi aku nyamperin pak Angga. “hy pak, selamat sore”. “hy Bela, selamat sore juga, kamu ngapain ada disini?”. “hehehe, biasa pak mencari keringat biar tubuh tetap fit dan tampilan tetap ideal”. “ohh, kamu rutin kesini Bel?” “iya pak, bapak sendiri rutin kesini?”. “iya Bel, hidup sehat merupakan bagian terpenting bagi bapak, cara menjalani hidup sehat bukan hanya menjaga pola makan sehat aja, melainkan olahraga yang teratur”. “hehehe iya pak, setuju dengan pendapat bapak, bapak hebat banget ya, bapak bukan menguasai teori ekonomi mikro saja, bapak juga menguasai pola hidup sehat”. Aku dan pak Angga ngobrol bareng di tempat fitness, tidak hanya berhenti disitu kedekatan aku dan pak Angga, karena aku gak bawa kendaraan sendiri akhirnya pak Angga menghantarkan aku pulang, di jalan kami berhenti sejenak di sebuah café.
            Tiba-tiba Anggel and the genk melabrak ku di kampus. “hy cewe sok akrab dan sok cantik, ngapain lo jalan bareng sama pak Angga, ngatain gw sok akrab sedangkan lo sendiri apa?”. “hy juga Anggel cantik, kapan gw sok akrab sama orang?”. “udah deh lo gak usah munafik gw dan genk gw lihat sendiri dengan mata kepala sendiri bahwa lo jalan bareng pak Angga kan”. “iya gw jalan bareng pak Angga, kenapa lo cemburu, lo gk suka?’’. Teman Anggel ikut-ikutan ngomong juga “udah Anggel kita kasih pelajaran saja si Bela, belum tahu apa siapa kita” saut Tasya. “benar Anggel jangan kita diamin saja Bela nanti lama-lama bakal sok ngediva” Moja ikut-ikutan ngomong juga. “gw peringatin ya awas klo sekali lagi gw lihat lo jalan bareng pak Angga lagi, gw bakal membuat hidup lo menderit” lagi-lagi Anggel mengancamku, aku muak dengan ancaman Anggel akhirnya aku pergi meninggalkan Anggel dan geknya.
            Hari yang indah semburat sinar mentari begitu silau menyinari alam semesta ini,hari ini berhubung gak ada kegiatan kuliah dan gak ada kegiatan apapun akhirnya aku putuskan untuk shopping di sebuah mall, berburu discon di mall adalah petualangan yang sangat mengasikkan aku di temani Rebecca sahabat kampus. Aku melihat keramaian di atrium utama mall, seperti sebuah acara kontes pemilihan model, aku dan Rebecca menangkap bayangan sosok yang sangat gagah diatas catwalk, ya dia tidak asing lagi, “Bel, itu seperti pak Angga”? tanya Rebecca “iya Re benar itu pak Angga, kita kesitu dulu yukk”. “ayuk Bel, kita dukung pak Angga”. Aku membaca background di belakang PEMILIHAN MISTER INDONESIA 2017 AUDISI YOGYAKARTA. Aku kaget pak Angga mengikuti acara Pageants juga, hebat banget dia, dosen yang hebat. Di deret penonton paling depan aku melihat seperti ada Anggel dan genknya. Singkat cerita tiba saatnya di babak 3 besar sang MC mengumumkan siapa Winners MISTER INDONESIA perwakilan Yogyakarta yang akan mewakili Yogyakarta di ajang MISTER INDONESIA 2017. Aku tegang menunggu MC membacakan pemenangnya, bukan hanya aku yang tegang ternyata dari wajahnya Anggel juga ikut tegang. MCpun membacakan pemenangnya. Aku bangga karena pak Angga lolos sebagai Pemenang MISTER INDONESIA 2017 AUDISI YOGYAKARTA. Di belakang panggung aku menyalami pak Angga mengucapkan selamat.
            Akhirnya jam kuliah yang melelahkan selesai juga. Aku melihat pak Angga menuju mobil mewahnya, tanpa tedeng aling-aling aku melesat menuju pak Angga, “hy pak, sekali lagi selamat ya atas kemenangan bapak kemarin, gak sabar pak nunggu acara PEMILIHAN MISTER INDONESIA 2017 yang katanya di adakan di Yogyakarta, malam final konsepnya outdoor di depan Candi Prambanan” “iya Bel, sama-sama, maaf Bel bapak lagi buru-buru nih”.
            Kini tiba saatnya acara MALAM FINAL PEMILIHAN MISTER INDONESIA 2017, aku, Rebecca, Anggel dan genknya duduk di deretan kursi paling depan, aku gak sabar ingin melihat Pak Angga beraksi, ingin mendengarkan Public Speaking pak Angga yang hebat, ingin melihat pak Angga menjawab dengan jawaban emasnya di sesi Q n A, ingin melihat pak Angga Catwalk dan yang sangat inginkan ingin melihat Pak Angga menang menggunakan Sash bertuliskan MISTER INDONESIA 2017. Singkat cerita nama Pak Angga masuk TOP 15, TOP 10, TOP 5 dan TOP 3. Dan tibalah saatnya di penghujung acara yaitu pengumuman siapa winnersnya. Jreng jreng MC membacakan pemenangnya aku tegang banget menunggunya. MC membacakan dari Runner UP 2, Runner UP 1 dan Winners. Jrengg jrengg nama Pak Angga menggema sebagai Winners, aku sontak teriak-teriak histeris. Pak Angga dengan Gagah penuh wibawa menggunakan SASH bertuliskan MISTER INDONESIA 2017. Aku, Rebecca dan Anggel dan genknya menyalami pak Angga di belakang panggung. Disini detik-detik hatiku hancur berkeping-keping bukan hanya aku saja yang patah hati Anggel juga patah hati, disini Pak Angga mengenalkan pacarnya kepada kami namanya Tamara wanita yang cantik, tinggi, seksi, sempurna.
            Walaupun aku sakit hati tapi aku masih semangat kuliahnya pak Angga, begitupun Anggel, aku dan Anggel sadar bahwa kita tidak pantas sama pak Angga, aku pun menyesal telah menaruh harapan ke pak Angga, ternyata pak Angga bersikap baik, ramah bukan ke aku saja tapi ke semua mahasiswanya. Selama ini aku terlalu GR sama pak Angga.
            Aku telah terpesona dengan Pak Angga dosenku, Setiap dosen punya pesona dan wibawanya masing-masing saat mengajar di depan mawasiswanya. Ada dosen yang membuat mahasiswanya terpesona karena ulet dan telatennya dalam mengajar, kesabarannya dalam mengajar, kepiawaianya dalam menyampaikan materi, kewibawaannya sebagai seorang dosen.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar